Rupiah Melejit 158 Poin ke Rp15.502 Usai Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

AKURAT.CO Rupiah ditutup melenjit 158 poin ke level Rp15.502 pada perdagangan Kamis, 14 Desember 2023 usai The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di level yang sama.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah terdorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, The Fed mengatakan bahwa suku bunga kini telah mencapai puncaknya pada 5,4%, dan bank sentral akan menurunkan suku bunga setidaknya tiga kali pada tahun 2024 menjadi 4,6%.
Ketua Fed Powell mengatakan meskipun terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas inflasi, ia masih memproyeksikan prospek inflasi yang lebih rendah pada tahun 2023. Sinyal dovish The Fed memicu meningkatnya spekulasi mengenai kapan bank tersebut akan mulai menurunkan suku bunganya.
Baca Juga: Rupiah Turun 39 Poin ke Rp15.660 Usai Rilis Data Inflasi CPI AS yang Melambat
"Harga dana berjangka Fed menunjukkan bahwa para pedagang memperkirakan kemungkinan lebih dari 70 persen The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret 2024. Pedagang juga mempertimbangkan peluang 67 persen untuk penurunan 25 basis poin lagi di bulan Mei," ujar Ibrahim dikutip Kamis, (14/12/2023).
Meski demikian, ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga kemungkinan akan mengurangi optimisme dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena kekuatan ekonomi AS masih dapat memicu peningkatan inflasi. Data terkini menunjukkan inflasi indeks harga konsumen tetap stabil di bulan November, sementara pasar tenaga kerja juga tetap kuat.
Di Asia, pasar sekarang menunggu isyarat ekonomi lebih lanjut mengenai China dari data produksi industri dan penjualan ritel yang dirilis pada hari Jumat, setelah serangkaian pembacaan yang mengecewakan di bulan November.
Setelah data inflasi yang lemah awal pekan ini, pembacaan pada hari Rabu menunjukkan kelemahan yang terus-menerus dalam aktivitas pinjaman dan tingkat likuiditas lokal. Data tersebut mendorong lebih banyak seruan untuk langkah-langkah stimulus dari Beijing, meskipun pemerintah tetap konservatif dalam memberikan lebih banyak dukungan fiskal.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Asian Development Outlook(ADO) Desember 2023 untuk negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik menjadi 4,9% untuk tahun ini dari perkiraan 4,7% pada September 2023.
Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan oleh permintaan domestik yang kuat mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan di Republik Rakyat China (RRC) dan India. Negara-negara berkembang di Asia terus tumbuh dengan pesat, meskipun kondisi global sedang penuh tantangan.
Inflasi di negara-negara berkembang Asia-Pasifik juga secara bertahap mulai terkendali. Namun, risiko masih tetap ada, mulai dari kenaikan suku bunga global hingga risiko iklim seperti El Nino. Untuk itu, pemerintahan di Asia dan Pasifik perlu tetap waspada untuk memastikan perekonomian domestik tetap berdaya tahan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adapun ADB memperkirakan ekonomi China tumbuh sebesar 5,2% pada tahun ini, meningkat dari prediksi sebelumnya yang sebesar 4,9%, setelah konsumsi rumah tangga dan investasi publik mendorong pertumbuhan pada kuartal ketiga.
Sementara untuk Indonesia, ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebesar 5%, dengan perkiraan inflasi yang juga dipertahankan sebesar 3,6%. Dari sisi inflasi, prospek inflasi negara-negara berkembang di Asia-Pasifik untuk tahun ini telah diturunkan menjadi 3,5% dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,6%. Untuk tahun depan, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3,5%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







