Menkeu Sebut Program Makan Siang Gratis Masuk Pagu Besar RAPBN 2025

AKURAT.CO Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Presiden RI Joko Widodo telah melakukan pembahasan terkait pagu Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 di Istana Negara.
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas mengenai program makan siang gratis yang menjadi salah satu prioritas dan masuk dalam pagu besar.
"Saat ini pembahasannya masih seputar program besar. Karena masih di dalam program besar, ya, atau pagu besar, itu yang kita lakukan prinsipnya adalah memberikan ruang fiskal bagi kemungkinan program tersebut untuk dijalankan," ungkap Sri Mulyani dikutip Sabtu (6/4/2024).
Pembahasan yang dilakukan masih bersifat umum, dengan tetap mempertimbangkan aspek makro dan fiskal agar dapat menjaga kepercayaan pasar dan investor. Menurut Sri Mulyani, defisit APBN tetap akan dijaga di bawah 3% PDB untuk memastikan tetap terjaganya rating agency.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Telan Biaya Signifikan, Ekonom: Dilihat Dulu Kecukupan Dana APBN
"Atau mereka rating agency akan tetap terjaga. Jadi itu yang akan dilakukan," tambah Sri Mulyani.
Selain itu, Sri Mulyani menegaskan pentingnya komunikasi dengan tim yang ditunjuk untuk pemerintahan berikutnya, terutama terkait faktor eksternal yang dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia.
"Kita komunikasikan, pasti kita komunikasikan. Karena bagaimanapun juga kan pemerintahan baru dari sisi proses politik dan juga dari sisi transisi memang masih akan menunggu sampai dengan Oktober. Namun tentu dan di satu sisi kita juga lihat nanti keputusan dari Mahkamah Konstitusi, dengan demikian melihat kepada proses politik, namun persiapan APBN tetap dilakukan," jelasnya.
Dalam konteks persiapan APBN 2025, Kementerian Keuangan terus berkomunikasi dan memberikan beberapa alternatif mengenai postur APBN yang dapat mewadahi program-program prioritas tanpa melanggar prinsip Fiscal Prudent.
"Dan dalam konteks ini, kami di Kementerian Keuangan berkomunikasi dan terus melihat serta memberikan beberapa alternatif mengenai postur APBN 2025 yang bisa tetap mewadahi program-program prioritas namun tidak melanggar Fiscal Prudent. Jadi dalam hal ini, defisit yang tadi kami sampaikan, di bawah 3 persen itu sudah menjadi pedoman dan sudah disepakati untuk tetap dijaga," tegas Sri Mulyani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









