AKURAT.CO Menurut laporan terbaru dari Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara mencapai Rp611,9 triliun per 31 Maret 2024, setara 18,4% pagu APBN 2024.
Belanja itu terdiri dari pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp427,6 triliun, mengalami peningkatan signifikan sebesar 23,1% secara tahunan (year on year/yoy) atau sekitar 17,3% dari pagu APBN 2024.
Searah,penyaluran transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp184,3 triliun. Realisasi ini mencapai 21,5% dari pagu, dan tumbuh 7,6% dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Menkeu Ungkap Anggaran Pembangunan IKN Tembus Rp72,1 T dalam 3 Tahun Terakhir
Pertumbuhan realisasi belanja negara utamanya transfer ke daerah terefleksi dari belanja pemerintah daerah atau pemda yang terus digenjot.
Hal ini berdasarkan catatan terbaru dari Bank Indonesia dan Lembaga Biro Umum dan Tata Usaha Negara (LBUT) yang menunjukkan bahwa simpanan dana Pemerintah Daerah (Pemda) di bank menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Data menunjukkan bahwa pada Maret 2024, simpanan Pemda di bank mencapai Rp185,74 triliun.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan penurunan sebesar Rp15,61 triliun atau 7,94% dari posisi tahun sebelumnya (year on year/yoy), meskipun terjadi kenaikan sebesar Rp7,12 triliun atau sekitar 4,10% dari posisi bulan sebelumnya (month to month/mtm).
Mayoritas dana Pemerintahan Daerah (Pemda) yang ada di perbankan berbentuk giro, sekitar 79,3%, sementara deposito mencapai 17,6% dan tabungan hanya 3,07%.
"Levelnya (simpanan Pemda di bank) menurun dalam tiga tahun terakhir, atau hampir sama dengan tahun 2021," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Dirinci, dana pemda yang mengendap di bank menunjukkan penurunan. Pada Maret 2022, pemerintah daerah memiliki account di bank mencapai Rp202 triliun. Selanjutnya di 2023 sebesar Rp196,5 triliun dan 2024 sebesar Rp180,96 triliun
Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang mungkin mempengaruhi likuiditas dan investasi Pemda dalam pembangunan daerah mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









