Dirjen Pajak Era 2015-2017 Sebut Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Untuk Hadapi Tantangan Global
Demi Ermansyah | 10 Juli 2024, 16:27 WIB

AKURAT.CO Pemerintah memutuskan akan menaikkan PPN menjadi 12% sebagai langkah untuk meningkatkan penerimaan negara yang sangat diperlukan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan layanan publik, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Namun sayangnya kenaikan PPN hingga 12% tersebut malah memunculkan berbagai polemik, dari tergesa-gesanta pemerintah dalam mengambil keputusan hingga daya tekanan eksternal yang masih tinggi.
Melihat problematika tersebut, Direktur Jenderal Pajak Periode 2015 hingga 2017 Ken Dwijugiasteadi menjelaskan kenaikan pajak pertambahan nilai ke 12 persen tersebut bukanlah menjadi problematika.
"Sebab Kenaikan PPN akan signifikan meningkatkan penerimaan negara. Penerimaan tambahan ini sangat diperlukan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan layanan publik, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program sosial lainnya," ucapnya pada saat diskusi publik Rabu Pon di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Apalagi tambahnya, pasca pandemi COVID-19 banyak negara termasuk Indonesia menghadapi peningkatan belanja negara untuk mendukung pemulihan ekonomi. "Oleh karena itu kenaikan PPN membantu menyeimbangkan anggaran negara dengan mengurangi defisit dan mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri," paparnya.
Tak hanya itu saja, kenaikan ppn hingga 12% dapat menjadi bumper perubahan dan tantangan ekonomi global. "Sebab pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan fiskal dan perpajakan. Karena itulah kenaikan PPN merupakan langkah untuk memastikan bahwa anggaran negara dapat menghadapi tantangan tersebut dan tetap kompetitif di kancah internasional," ucapnya.
Tambahan informasi, kegiatan Forum Rabu Pon akan diadakan secara rutin setiap bulan. Nama Forum Rabu Pon dipilih bukan tanpa alasan. Rabu pon merupakan weton kelahiran Presiden saat ini, Bapak Joko Widodo dan juga Bapak Prabowo Subianto yang merupakan presiden terpilih yang akan melanjutkan kepemimpinan Bapak Jokowi. Tentu ini bukan sesuatu yg kebetulan dan pasti ada yg istimewa dengan Rabu Pon ini. Dalam tradisi jawa, orang melakukan selamatan atau doa bersama saat weton kelahirannya.
"Jadi kita berkumpul di forum ini sekaligus utk mendoakan beliau-beliau. Dan ini sebagai perlambang sebuah ikhtiar untuk menjadikan pajak yang merupakan penopang utama pendapatan negara ini betul-betul dekat dan lekat dengan Presiden. Makanya forum diskusi terkait Pajak ini kita beri nama forum Rabu Pon," imbuh Ketua Banom HIPMI Tax Center BPP HIPMI, M. Arif R. Said Putra.
"Jadi kita berkumpul di forum ini sekaligus utk mendoakan beliau-beliau. Dan ini sebagai perlambang sebuah ikhtiar untuk menjadikan pajak yang merupakan penopang utama pendapatan negara ini betul-betul dekat dan lekat dengan Presiden. Makanya forum diskusi terkait Pajak ini kita beri nama forum Rabu Pon," imbuh Ketua Banom HIPMI Tax Center BPP HIPMI, M. Arif R. Said Putra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









