Pajak Digital Langkah Berkelanjutan Pemerintah Optimalkan Penerimaan Negara

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan bahwa pajak digital menjadi salah satu sumber dalam peningkatan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat, hingga 30 September 2024, sektor usaha ekonomi digital telah berkontribusi signifikan terhadap pendapatan negara dengan total setoran pajak mencapai Rp28,91 triliun.
Angka ini mencerminkan potensi besar dari sektor digital yang terus berkembang dan menunjukkan bagaimana pemerintah beradaptasi dengan perubahan dinamika ekonomi modern.
Baca Juga: Setoran Pajak Digital Tembus Rp28,91 Triliun per September 2024
Dari total setoran pajak tersebut, pajak pertambahan nilai (PPN) dari perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) menjadi kontributor terbesar, mencatatkan setoran sebesar Rp23,04 triliun. Menariknya, untuk tahun 2024 saja, setoran PPN PMSE sudah mencapai Rp6,14 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun.
Misalnya di pajak kripto juga mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan dengan penerimaan pajak sebesar Rp914,2 miliar, menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital semakin meningkat. Pajak kripto yang dikenakan tidak hanya mencakup transaksi penjualan di exchanger, tetapi juga transaksi pembelian kripto di dalam negeri.
Sementara itu, untuk Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP), setoran pajak mencapai Rp2,38 triliun, menunjukkan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Data setoran pajak SIPP dari Januari hingga September 2024 menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan efektivitas pemerintah dalam memanfaatkan teknologi untuk pengadaan barang dan jasa.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha di sektor ekonomi digital sangat penting. Pelaku usaha perlu menyadari tanggung jawabnya dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sementara pemerintah perlu memberikan fasilitas yang mendukung pertumbuhan sektor ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









