100 Hari Pertama Pemerintahan Prabowo, Publik Fokus pada Efektivitas Kabinet Gemoy

AKURAT.CO Pemerintahan Prabowo diharapkan mampu memperbaiki beberapa kelemahan yang terjadi di masa kepemimpinan sebelumnya, khususnya terkait pembelanjaan negara dan efektivitas kabinet.
Menurut Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, penting bagi Prabowo untuk memiliki komitmen yang kuat demi memastikan pemerintahan ke depan tidak mengulangi kesalahan yang terjadi di masa Presiden Joko Widodo. "Pak Prabowo harus punya rasa komitmen yang kuat dan lebih besar agar tak terulang lagi pada masa pemerintahannya seperti masa sebelumnya presiden Jokowi," ungka Rizal di sela seminar yang diselenggarakan oleh INDEF, Rabu (16/10/2024).
Visi transparansi dan akuntabilitas ini juga harus diwujudkan dalam setiap kebijakan publik yang dikeluarkan oleh kabinet Prabowo. Dengan adanya komitmen kuat dari pucuk pimpinan, diharapkan seluruh ekosistem pemerintahan dapat bekerja dengan lebih terarah dan sesuai dengan mandat konstitusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









