AKURAT.CO Kisruh antara Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih bukan sekadar ketegangan diplomatik, sebab dibalik semua pernyataan keras dan gestur politik, ada pertanyaan besar yang patut diajukan, yakni siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari situasi tersebut?
Jika dilihat dari sudut pandang Rusia, jelas bahwa perpecahan antara AS dan Ukraina adalah jackpot politik bagi Vladimir Putin. Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance terang-terangan meremehkan Zelensky, bahkan lebih dari yang diharapkan Moskow.
Dimana komentar Trump yang mempertanyakan dukungan AS untuk Ukraina seolah menjadi sinyal terbuka bahwa Washington mulai lelah dengan perang yang tak kunjung usai.
Sementara itu, di dalam negeri, Trump juga punya keuntungan tersendiri. Bagi pendukungnya, kebijakan "America First" yang ia gaungkan sejak lama semakin terbukti.
Dengan mengkritik Zelensky dan menolak keterlibatan AS dalam perang, Trump memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tidak mau membuang-buang uang pajak rakyat Amerika untuk konflik luar negeri.
Bagaimana dengan Zelensky?
Mengutip dari laman reuters, jika dilihat sekilas posisi Zelenskiy tampak terjepit. Dimana saat dirinya meninggalkan Gedung Putih tanpa kesepakatan strategis, sementara bantuan militer AS terancam dipangkas.
Baca Juga: AS Ingin Caplok Wilayah Mineral Ukraina, Zelenskiy: Harus Adil
Hal ini bukan berarti semua pintu tertutup. Justru dengan sikap dingin Trump itulah, Zelensky kini bisa memainkan kartu lain yakni mencari dukungan lebih besar dari Eropa.
Baru-baru ini Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menegaskan bahwa Eropa harus mengambil alih tanggung jawab, bisa jadi awal dari perubahan strategi.
Sebab, lanjut Kallas, apabila AS benar-benar mengurangi bantuannya, maka mau tidak mau Eropa terpaksa meningkatkan peran mereka, baik dalam pendanaan maupun dalam kebijakan pertahanan regional.
Lalu siapa yang Paling Diuntungkan?
Tentu saja dalam menjawab hal tersebut, tidaklah sesederhana yang terlihat. Namun apabila dilihat secara sekilas, tentu Putin yang diuntungkan dengan semakin renggangnya hubungan AS dan Ukraina.
Ditambah, Trump juga mendapat poin politik di dalam negeri, sementara Zelensky kini harus memutar otak untuk mencari sumber dukungan baru.
Intinya, permainan peta geopolitik ini masih jauh dari kata selesai. Sementara dunia mengamati setiap langkah mereka, baik Trump, Zelensky, maupun Putin sama-sama tahu bahwa setiap manuver mereka bisa mengubah peta geopolitik global di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










