PM Li Qiang Bongkar Strategi China Lawan Guncangan Ekonomi Dunia!

AKURAT.CO Perdana Menteri China, Li Qiang, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat, terutama di tengah ancaman perang dagang yang kembali memanas dengan Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan pemimpin bisnis global dan Senator Partai Republik Steve Daines di Forum Pembangunan China, Minggu (23/3/2025) lalu, PM Li menyebut bahwa ekonomi dunia sedang mengalami fragmentasi yang semakin besar.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya negara-negara membuka pasar dan berbagi sumber daya.
“Ketidakstabilan dan ketidakpastian sedang meningkat. Saat ini, lebih penting bagi kita untuk membuka pasar lebih luas dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan ini," ucapnya dikutip dari laman Bloomberg.
Baca Juga: China Pukul Balik AS! Swasembada Pangan Kian Kuat, Impor Pertanian Dibatasi
Usut punya usut, pernyataan tersebut muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana memberlakukan lebih banyak tarif pada mitra dagangnya bulan depan.
Oleh karena itu, China bersiap mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi mereka.
Li menegaskan bahwa saat ini China tengah berusaha menarik kembali minat investor asing setelah mengalami penurunan investasi ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
"Meningkatnya perang dagang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat banyak perusahaan berpikir ulang untuk menanamkan modal di China, sebagai respons hal tersebut, kami menjanjikan kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk pemangkasan suku bunga dan rasio cadangan wajib di bank-bank nasional," paparnya.
Diharapkan melalui langkah ini bisa memberi dorongan bagi perekonomian yang saat ini menghadapi risiko eksternal cukup besar.
Baca Juga: Rusia Kian Getol Pakai Kripto Saat Transaksi Minyak dengan China dan India
Pasca pernyataan PM Li Qiang tersebut, ekonom bank asal China, David Chen memprediksi apabila ketegangan dagang dengan AS semakin meningkat, China mungkin perlu mengeluarkan stimulus ekonomi yang lebih besar agar bisa mencapai target pertumbuhan 5% yang telah ditetapkan untuk tahun ini
"Dengan ketidakpastian global yang semakin meningkat, mau tidak mau China harus berupaya menggambarkan dirinya sebagai kekuatan stabil dalam ekonomi dunia," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









