Surplus Perdagangan RI Maret 2025 Naik ke USD4,33 Miliar di Tengah Perang Dagang
Demi Ermansyah | 21 April 2025, 17:26 WIB

AKURAT.CO Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif pada Maret 2025. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu, surplus perdagangan mencapai USD4,33 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat USD3,12 miliar.
Tentunya angka tersebut menjadi sinyal pemulihan yang kuat bagi sektor ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2025 mencapai USD23,25 miliar. Angka tersebut naik 5,95% dibandingkan Februari 2025 yang sebesar USD21,98 miliar.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2025 mencapai USD23,25 miliar. Angka tersebut naik 5,95% dibandingkan Februari 2025 yang sebesar USD21,98 miliar.
“Kenaikan ekspor ini didorong oleh pertumbuhan baik dari sektor migas maupun nonmigas,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Sedangkan dari sisi migas, nilai ekspor tercatat sebesar USD1,45 miliar atau naik 28,81% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan signifikan ini terutama disumbang oleh ekspor minyak yang memberikan andil hingga 1,81%.
Sedangkan dari sisi migas, nilai ekspor tercatat sebesar USD1,45 miliar atau naik 28,81% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan signifikan ini terutama disumbang oleh ekspor minyak yang memberikan andil hingga 1,81%.
Baca Juga: Beruntun 58 Bulan, Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus USD3,12 Miliar
Sementara itu, lanjut Amalia, ekspor nonmigas mencatatkan angka USD21,80 miliar atau tumbuh 4,71% secara bulanan. Komoditas yang paling berkontribusi dalam kenaikan ini antara lain bijih logam, perak dan abu; besi dan baja; serta mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya.
Lebih lanjut, secara tahunan (year-on-year/yoy), nilai ekspor Maret 2025 meningkat 3,16% dibandingkan Maret tahun lalu.
Sementara itu, lanjut Amalia, ekspor nonmigas mencatatkan angka USD21,80 miliar atau tumbuh 4,71% secara bulanan. Komoditas yang paling berkontribusi dalam kenaikan ini antara lain bijih logam, perak dan abu; besi dan baja; serta mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya.
Lebih lanjut, secara tahunan (year-on-year/yoy), nilai ekspor Maret 2025 meningkat 3,16% dibandingkan Maret tahun lalu.
Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan permintaan terhadap produk lemak dan minyak hewan/nabati, nikel dan barang turunannya, serta mesin dan perlengkapan elektrik.
“Kami melihat adanya perbaikan permintaan global dan optimalisasi produksi dalam negeri yang turut menopang kinerja ekspor,” tambah Amalia.
Kinerja ekspor yang membaik ini menjadi harapan baru bagi pemulihan ekonomi nasional. Terlebih, sektor ekspor merupakan salah satu motor utama dalam menjaga stabilitas neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Namun demikian, Amalia mengingatkan bahwa tantangan global seperti volatilitas harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi mitra dagang masih perlu diwaspadai.
“Kami melihat adanya perbaikan permintaan global dan optimalisasi produksi dalam negeri yang turut menopang kinerja ekspor,” tambah Amalia.
Kinerja ekspor yang membaik ini menjadi harapan baru bagi pemulihan ekonomi nasional. Terlebih, sektor ekspor merupakan salah satu motor utama dalam menjaga stabilitas neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Namun demikian, Amalia mengingatkan bahwa tantangan global seperti volatilitas harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi mitra dagang masih perlu diwaspadai.
“Stabilitas ekonomi eksternal tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi kinerja ekspor ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, total nilai impor Maret 2025 mencapai USD18,92 miliar, atau naik 0,38% dibandingkan Februari 2025 dan naik 5,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Maret 2024 yang senilai USD17,96 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









