AKURAT.CO Menteri Keuangan Republik Indonesia, Urbaya Yudi Sadewa, menyampaikan tiga poin penting dalam pernyataan singkat pertamanya setelah resmi menjabat.
Dalam kesempatan itu, Purbaya menegaskan rasa terima kasihnya kepada pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati, sekaligus meminta doa serta dukungan masyarakat agar dapat mengemban tugas menjaga stabilitas fiskal dengan baik.
Dalam sambutannya, Purbaya memberikan penghormatan kepada Sri Mulyani yang disebutnya telah meninggalkan fondasi fiskal yang kokoh bagi Indonesia.
Ia menilai kiprah Sri Mulyani selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi berbagai krisis global.
“Pertama, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Bu Sri Mulyani yang prestasinya luar biasa, berhasil membangun fondasi yang kokoh untuk fiskal Indonesia selama beberapa puluh tahun terakhir. Mudah-mudahan saya bisa meneruskan apa yang Ibu sudah buat di masa lalu,” kata Purbaya usai sambutannya di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (9/9/2025).
Baca Juga: Purbaya Gantikan Sri Mulyani, Prabowo Konsisten dengan Visi Pembangunan Inklusif Berdaulat
Dirinya menambahkan, warisan kebijakan yang ditinggalkan Sri Mulyani akan menjadi pijakan penting bagi dirinya dalam merumuskan langkah-langkah ke depan.
Kedua, Purbaya menyinggung posisinya yang masih baru di kabinet. Dengan rendah hati, ia bahkan menyebut dirinya sebagai “menteri kagetan” karena masih dalam tahap adaptasi terhadap dinamika Kementerian Keuangan.
“Menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong, katanya kayak koboy. Waktu di tempat lain mungkin bisa tenang, tapi ternyata di keuangan beda. Salah ngomong bisa dipelintir sana-sini,” ujarnya sambil berkelakar.
Purbaya juga tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan pada awal masa jabatannya. Ia menyampaikan permohonan maaf bila ada kekeliruan yang terjadi, baik dalam komunikasi maupun kebijakan.
“Kalau kemarin ada kesalahan, saya mohon maaf. Ke depan akan lebih baik lagi,” katanya.
Sikap rendah hati ini menjadi sinyal bahwa dirinya ingin membangun hubungan yang sehat, baik dengan internal kementerian maupun para pemangku kepentingan di luar, termasuk media dan publik.
Sebagai penutup, Purbaya menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal demi menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berjanji akan meminta arahan dari Sri Mulyani agar kesinambungan kebijakan tetap terjaga.
“Yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin. Nanti juga minta petunjuk Ibu Sri Mulyani supaya kebijakan fiskal kita bisa bagus dan ekonomi secara keseluruhan bisa tumbuh lebih baik lagi,” ungkapnya.
Purbaya juga mengimbau publik, khususnya media, untuk memberinya waktu sebelum menilai kinerjanya. Menurutnya, proses adaptasi membutuhkan waktu agar ia bisa memahami secara menyeluruh kompleksitas kebijakan fiskal dan birokrasi kementerian.
“Teman-teman media, tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti beberapa bulan ke depan baru bisa menilai,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








