IMF: Gejolak Sosial Ancam Stabilitas Ekonomi Asia-Pasifik

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meningkatnya ketegangan sosial di sejumlah negara Asia yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kawasan.
Gejolak politik dan demonstrasi yang dipimpin generasi muda dinilai sebagai cerminan ketimpangan ekonomi yang semakin melebar.
Dalam laporan ekonomi regional terbarunya mengutip dari laman reuters, IMF mencatat bahwa pengangguran muda dan ketidakpuasan terhadap elite politik menjadi faktor utama di balik aksi protes besar-besaran di Filipina, Indonesia, dan Timor Leste.
Beberapa negara bahkan mengalami krisis politik, seperti jatuhnya pemerintahan di Nepal dan Bangladesh.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Jangan Percaya IMF, Mereka Enggak Pintar-pintar Amat
“Dalam beberapa waktu terakhir, meningkatnya pengangguran muda dan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan politik telah memperburuk sentimen dan memicu ketegangan sosial di sejumlah negara,” tulis IMF.
Fenomena ini, lanjut IMF, mencerminkan kerentanan ekonomi baru di kawasan Asia, yang kini menghadapi pertumbuhan lebih lambat dibanding dekade sebelumnya. Pertumbuhan di era 2020-an tercatat sekitar 1,8 poin persentase lebih rendah dari rata-rata dekade 2010-an.
IMF mendorong pemerintah di Asia untuk tidak hanya fokus pada kebijakan moneter dan fiskal, tetapi juga reformasi struktural yang mampu meningkatkan kesempatan kerja bagi kaum muda dan memperkuat kepercayaan publik.
Baca Juga: Daftar Negara Terkaya di Dunia 2025 Versi IMF, Indonesia Tetanggaan dengan Salah Satunya
Selain itu, lembaga tersebut melihat adanya peluang positif dari investasi di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang dapat menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong produktivitas ekonomi regional.
“Lonjakan investasi yang didorong oleh perkembangan AI dapat memberikan dorongan positif terhadap ekspor dan produktivitas, namun tanpa perbaikan sistemik, tekanan sosial dapat menghambat pemulihan," tulisnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









