BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa Hadapi Volatilitas Global

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan cadangan devisa sebagai instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menumbuhkan kepercayaan pasar global di tengah meningkatnya volatilitas keuangan internasional.
Pengelolaan cadangan devisa dilakukan dengan memerhatikan dinamika suku bunga global, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS. Langkah ini dinilai krusial untuk meredam dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman mengatakan, cadangan devisa kini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan krisis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional yang lebih adaptif.
Baca Juga: Jejak Karier dan Profil Thomas Djiwandono, Mantan Wamenkeu Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
“Penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif melalui nilai tukar yang stabil dan resiliensi sektor eksternal,” ujar Aida dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Aida menjelaskan, untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, BI memperkuat bauran kebijakan transformasi ekonomi melalui lima sinergi strategis.
Kelima sinergi tersebut meliputi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional.
“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat,” tegas Aida.
Selain itu, BI juga terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk pengembangan UMKM serta ekonomi syariah, guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari perspektif global, Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah tekanan global.
Baca Juga: Bank Indonesia: IWIP dan WBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara
“Pengelolaan cadangan devisa yang berhati-hati dengan pendekatan investasi yang lebih adaptif menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah volatilitas global,” kata Paul.
Peran strategis cadangan devisa serta urgensi paradigma baru dalam investasi global menjadi sorotan utama dalam seminar internasional yang merupakan rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, Indonesia dinilai tetap memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif, dengan peluang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada periode 2026–2027.
Optimisme tersebut didukung oleh pengelolaan cadangan devisa yang semakin adaptif, hati-hati, serta ditopang pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kepercayaan investor dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Seminar internasional FIT BI 2026 yang digelar pada 29–30 Januari 2026 di Bali dihadiri oleh perwakilan institusi keuangan internasional, lembaga kustodian dan counterparty global, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Rangkaian forum ini juga dilanjutkan dengan diskusi bersama bank sentral berbagai negara yang membahas penguatan kerja sama keuangan internasional sebagai upaya memperkokoh ketahanan eksternal Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







