Akurat Logo

Rupiah Ditaksir Menguat Lagi ke Rp17.480 di Tengah Cerahnya Data Ekonomi

Esha Tri Wahyuni | 10 September 2026, 08:30 WIB
Rupiah Ditaksir Menguat Lagi ke Rp17.480 di Tengah Cerahnya Data Ekonomi
Ilustrasi rupiah menguat atas dolar AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditaksir melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih mempunyai ruang penguatan sekitar 50 poin dari posisi penutupan Rabu. Rupiah berpotensi bergerak ke sekitar Rp17.480 per USD.

Penguatan rupiah terjadi ketika sejumlah indikator domestik menunjukkan perbaikan, mulai dari meningkatnya keyakinan konsumen hingga menguatnya penjualan mobil di pasar dalam negeri.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Berbalik Melemah ke Rp17.670

"Ada kemungkinan penguatannya 50 poin, ya, di Rp17.480. Ya, kemungkinan akan mengalami penguatan," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis (10/9/2026).

Adapun Rupiah pada perdagangan Rabu ditutup menguat 125 poin ke level Rp17.507 per USD.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian adalah membaiknya keyakinan konsumen. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada di level 118,5.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang berada di level 116,8. BI menyebut IKK masih berada dalam zona optimistis karena berada di atas level 100.

Kenaikan IKK juga ditopang oleh membaiknya dua komponen pembentuknya. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik menjadi 109,4 dari 107,9 pada Juli, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 127,6 dari 125,7.

Ibrahim melihat perbaikan keyakinan konsumen tersebut sebagai salah satu sinyal positif bagi perekonomian nasional.

“Yang menyebabkan rupiah menguat, ya, dalam perdagangan hari ini adalah data penjualan retail, kemudian dengan indeks keyakinan konsumen yang cukup bagus di luar ekspektasi,” tutur Ibrahim.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.