Akurat Logo

Jelang Putusan The Fed, Rupiah Ditaksir Melemah Lagi ke Rp17.710

Esha Tri Wahyuni | 15 September 2026, 14:07 WIB
Jelang Putusan The Fed, Rupiah Ditaksir Melemah Lagi ke Rp17.710
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Pelaku pasar akan mencermati keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah inflasi AS kembali menunjukkan tekanan.

Pada perdagangan Senin (14/9/2026), rupiah ditutup melemah 58 poin atau 0,33% ke level Rp17.669 per USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) yang berada di level Rp17.611 per USD.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.650 Usai DIbayangi Lonjakan Harga Minyak Dunia

Tekanan juga tercermin dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Data BI menunjukkan JISDOR pada Jumat (11/9/2026) berada di Rp17.611 per USD.

JISDOR sendiri merupakan kurs referensi yang mencerminkan harga spot USD/IDR berdasarkan transaksi antarbank di pasar valuta asing domestik.

Perhatian pasar kini beralih ke rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 15-16 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi salah satu penentu utama arah dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed kembali berubah setelah data inflasi AS Agustus 2026 menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat Consumer Price Index (CPI) meningkat 0,4% secara bulanan pada Agustus dan 3,4% secara tahunan.

Sementara itu, inflasi inti atau core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan. Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena inflasi AS masih berada di atas target 2% The Fed.

Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat. Reuters melaporkan mayoritas ekonom yang disurvei memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 15-16 September, dengan probabilitas dalam survei tersebut mencapai 85%.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan The Fed akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan rupiah dalam waktu dekat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.