Rupiah Tertekan, BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan dari pasar keuangan global dan meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri menjelang akhir kuartal III-2026.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan terhadap rupiah datang dari kombinasi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), kekhawatiran inflasi global, hingga ketidakpastian prospek fiskal.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007.
“Pelemahan Rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal. Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11 persen, tertinggi sejak 2007,” kata Erwin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi
Kenaikan yield surat utang AS menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan aset pasar negara berkembang. Reuters juga melaporkan yield Treasury AS tenor 10 tahun telah menembus 5% pada September 2026, di tengah perhatian investor terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga AS.
Tekanan terhadap rupiah juga berasal dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian konflik di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia sehingga harga minyak mentah Brent kembali berada di atas USD100 per barel.
“Tekanan juga berasal dari ketidakpastian konflik Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak Brent kembali di atas USD100 per barel,” ujar Erwin.
Dari dalam negeri, kebutuhan valas importir yang meningkat menjelang akhir triwulan III turut memberikan tekanan terhadap rupiah. Selain itu, terjadi arus keluar portofolio dari aset negara-negara emerging markets.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









