Komisi V DPR: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Kelancaran Tol Bocimi

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae, menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 berjalan sesuai target.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan tanpa mengorbankan kualitas dan aspek keselamatan konstruksi.
Ridwan menjelaskan, selain mencermati ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan, Komisi V juga memberi perhatian serius terhadap kondisi geografis Sukabumi yang rawan longsor.
Karena itu, ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan pengawasan secara aktif selama proses konstruksi berlangsung.
"Tentang jalan Ciawi–Sukabumi ini, yang kita ingin pelajari adalah persoalan ketepatan waktu pekerjaan, kemudian tingkat kematangan pekerjaan itu sendiri karena daerah ini adalah daerah rawan-rawan longsor. Kemudian kita minta juga dari PU maupun BPJT agar melakukan pengawasan yang aktif sehingga jalan tol ini berjalan sebagaimana yang kita harapkan dan pengawasannya lebih ketat pada saat pelaksanaan semacam ini," ujar Ridwan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kabupaten Bogor, Jumat (12/6/2026).
Ia juga menyoroti adanya potensi keterlambatan akibat kendala ketersediaan material yang dipengaruhi sejumlah kebijakan di daerah. Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat penyelesaian proyek.
Ridwan mendorong agar komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus diperkuat sehingga berbagai hambatan yang muncul dapat segera diatasi.
"Kemudian yang kita dengarkan juga adalah persoalan adanya kemungkinan keterlambatan akibat bahan-bahan yang kurang tersedia oleh karena kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Jawa Barat. Itu tentu memang akan menjadi perhatian, tetapi bahwa itu jangan dijadikan sebuah alasan dalam keterlambatan. Sebaiknya bagaimana cara itu kita adakan komunikasi dengan Pemerintah Jawa Barat melalui Dedi Mulyadi, mungkin itu bisa segera teratasi untuk soal masalah-masalah yang ada," jelasnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi, menilai keberhasilan penyelesaian Tol Bocimi tidak hanya bergantung pada pelaksana proyek dan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah daerah.
Oleh karena itu, ia menyayangkan ketidakhadiran unsur pemerintah daerah dalam agenda peninjauan tersebut.
"Kemudian yang kedua kami juga sangat menyayangkan ketidakhadiran dari pemerintah daerah. Karena ini adalah bagian daripada solusi kita untuk menyelesaikan tugas kita ini. Apakah itu pemerintah di Sukabumi atau pemerintah provinsi? Ini menjadi catatan membangun komunikasi untuk menyelesaikan karena pemerintah berada di dalam satu payung yang sama, untuk memberikan kenyamanan, keamanan, percepatan dalam penyelesaian proyek pekerjaan kita," terangnya.
Abdul Hadi menambahkan bahwa Komisi V juga ingin memastikan adanya kepastian target penyelesaian proyek serta progres pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan perhatian terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di masa mendatang.
Abdul Hadi berharap sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional tersebut. Sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas di wilayah selatan Jawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




