Tarif Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, DPRD Dorong Peningkatan Fasilitas dan Keamanan

AKURAT.CO Rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memasuki babak baru. Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Ragunan menyepakati perlunya penyesuaian tarif untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mengatakan tarif masuk Ragunan saat ini sebesar Rp4.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta.
“Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” ujar Dimaz dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Atas pertimbangan tersebut, Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana mengusulkan tarif masuk Ragunan menjadi Rp10.000. Namun, angka tersebut masih dalam tahap kajian.
Menurut Dimaz, tarif Rp10.000 masih tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tuturnya.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengatakan, penyesuaian tarif diperlukan untuk mendukung pembenahan berbagai sarana dan prasarana di Ragunan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keamanan kandang satwa. Menurut Kenneth, masih terdapat sejumlah kandang yang perlu ditingkatkan standar keamanannya.
Hal tersebut menjadi perhatian setelah seorang anak terjatuh ke area kandang gajah pada Mei 2026. Peristiwa itu, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Beberapa waktu lalu ada anak yang terjatuh ke area kandang gajah. Nah, ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu juga menilai penyesuaian tarif dapat mengurangi ketergantungan Ragunan terhadap subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Saat ini, APBD masih menanggung sekitar 70 persen biaya operasional Ragunan. Dengan adanya penyesuaian tarif, Ragunan diharapkan dapat secara bertahap menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih mandiri secara finansial.
“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” tutur alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut.
Kenneth menambahkan, hasil inspeksi lapangan yang dilakukan pada Kamis sore juga menemukan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, tambahan pendapatan dari penyesuaian tarif tiket harus diarahkan untuk kebutuhan vital, mulai dari sanitasi, kebersihan toilet, pemeliharaan kandang, hingga program pemuliaan satwa.
Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis juga dinilai perlu menjadi prioritas.
“Kondisi satwa harus tetap prima. Bahkan untuk satwa besar seperti gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan, kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina sehingga mereka bisa berkembang biak dengan layak. Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” beber politikus PDI Perjuangan itu.
Tambahan pemasukan juga dinilai dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah dokter hewan di Ragunan.
Kenneth menyebut saat ini terdapat lebih dari 2.200 satwa di Taman Margasatwa Ragunan, sementara jumlah dokter hewan hanya delapan orang.
“Ada lebih dari 2.200 jumlah satwa di Taman Margasatwa Ragunan, tetapi jumlah dokter hewannya hanya berjumlah 8 orang, kan timpang sekali ini. Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Niat Lunasi SPP Anak Terhalang Regulasi Email Sekolah, Pihak Ruben Onsu Colek Sarwendah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








