Pegadaian Catat Transaksi Emas Hampir 1 Ton, OJK Dorong Usaha Bulion Kian Berkembang

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa PT Pegadaian telah melaksanakan tiga jenis kegiatan usaha bulion hingga Maret 2025. Ketiga aktivitas tersebut terdiri dari deposito emas, titipan emas korporasi, dan pinjaman modal kerja emas, dengan total transaksi mencapai hampir 3,2 ton emas.
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyebutkan bahwa izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion diberikan kepada Pegadaian berdasarkan surat OJK nomor S-325/PL.02/2024 tertanggal 23 Desember 2024. Pemberian izin ini menjadi pijakan awal bagi Pegadaian untuk memperluas layanannya di bidang logam mulia.
“Sampai Maret 2025, Pegadaian telah mencatatkan deposito emas sebesar 788 kilogram, titipan emas korporasi mencapai 2,27 ton, serta pinjaman modal kerja emas senilai 150 kilogram,” ujar Agusman dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (18/4/2025).
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Terbaru 18 April 2025: Semakin Meningkat!
Selain Pegadaian, OJK juga telah memberikan izin serupa kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada 12 Februari 2025. Dengan demikian, hingga saat ini hanya dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut yang sah mengelola kegiatan usaha bulion di bawah pengawasan OJK.
Agusman menegaskan bahwa OJK tetap membuka peluang bagi lembaga jasa keuangan lainnya untuk mengajukan izin serupa, selama memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami mendorong partisipasi pelaku industri lain agar kegiatan bulion semakin berkembang dan inklusif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat. Ia mengungkapkan bahwa total transaksi deposito emas telah melampaui 900 kilogram meskipun produk tersebut belum genap enam bulan diluncurkan.
Menurut Damar, antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi bukti bahwa produk Deposito Emas Pegadaian telah berhasil menjadi alternatif investasi yang diminati, seiring dengan kenaikan harga emas global dan imbal hasil yang ditawarkan.
“Nasabah tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, tetapi juga memperoleh imbal hasil seperti deposito. Ini menjadi kombinasi menarik bagi investor ritel,” jelasnya.
Baca Juga: 5 Fenomena Panic Buying di Indonesia, Terbaru Antrean Emas Galeri 24 Pegadaian
Damar juga menyebut fleksibilitas dan keamanan sebagai keunggulan utama dari produk ini. Nasabah dapat menabung emas dengan mudah dan mengakses layanan secara digital melalui platform Pegadaian.
Dengan performa yang terus tumbuh, Pegadaian optimistis kegiatan usaha bulion akan menjadi motor penggerak baru dalam mendorong literasi dan inklusi investasi di masyarakat. Kolaborasi dengan sektor perbankan dan dukungan regulasi dari OJK juga diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan ke seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




