Dukung Gizi Anak, Kadin Gelar Pelatihan Perdana Mitra Program MBG

AKURAT.CO Sehari setelah meresmikan Posko Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memulai pelatihan perdana bagi calon mitra Program MBG. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia yang berlokasi di Tempo Scan Tower, Jakarta Selatan.
Pelatihan ini digagas oleh Kadin Indonesia bersama Kadin Indonesia Institute dan Indonesia Food Security Review (IFSR). Tujuannya untuk memperkuat komitmen dalam mendukung Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gotong Royong yang menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi bagi 80 juta anak Indonesia.
Sebanyak 21 peserta turut serta dalam pelatihan ini, dengan 18 mengikuti secara daring dan 3 hadir langsung secara luring. Para peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan memiliki latar belakang yang beragam di sektor pangan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Kadin Bentuk Satgas MBG Gotong Royong, Dorong Pemenuhan Gizi Anak Secara Nasional
Selama lima hari pelaksanaan, pelatihan ini akan mengupas berbagai aspek penting dalam penyediaan makanan bergizi, termasuk pengelolaan usaha pangan yang berkelanjutan, keamanan pangan, dan aspek legalitas usaha. Materi pelatihan dibawakan oleh narasumber dari kalangan akademisi, praktisi gizi, dan pelaku industri pangan nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyebutkan bahwa inisiatif MBG merupakan wujud nyata semangat gotong royong untuk mencetak generasi unggul di masa mendatang.
“Kadin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Anin dalam keterangan yang diterima, Kamis (15/5/2025).
Materi pelatihan dibagi dalam lima sesi, antara lain proses kemitraan dan administrasi keuangan (14 dan 20 Mei), manajemen personalia (15 Mei), manajemen konstruksi (16 Mei), serta rantai pasok dan praktik terbaik (19 Mei). Setiap sesi dirancang agar para mitra mampu menjalankan program MBG dengan standar yang seragam di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Klarifikasi Soal Oknum di Cilegon yang Viral, Bos Kadin: Tim Verifikasi dan Etis Sudah Bergerak
Kepala Satgas SPPG MBG Kadin Indonesia, Handojo Selamet Muljadi, menekankan pentingnya peran mitra daerah. Ia menilai, mitra dari seluruh penjuru negeri perlu memiliki semangat dan kualitas yang sama dalam menyajikan makanan bergizi yang aman dan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri, turut menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya tempat belajar teknis, melainkan juga ruang membangun jaringan antar-pelaku usaha pangan.
“Ini adalah momentum kolaborasi jangka panjang demi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, I Dewa Made Agung Kertha Nugraha, menyatakan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam pelaksanaan program. Menurutnya, dengan pelatihan yang terstruktur, Indonesia dapat membangun ekosistem pangan yang tidak hanya sehat secara ekonomi, tetapi juga adil secara sosial.
Perwakilan IFSR, Glory Harimas Sihombing, menegaskan bahwa pendekatan ilmiah dan penggunaan data menjadi kunci keberhasilan intervensi pangan. Ia berharap para mitra bisa menginternalisasi pentingnya nutrisi dan ketahanan pangan dalam program MBG ini.
Salah satu peserta pelatihan, Imam Zaky Nurhidayat, datang langsung dari Lampung. Ia menyebut pelatihan ini bukan hanya ajang belajar, tapi juga panggilan untuk berkontribusi pada solusi gizi nasional.
“Kami di daerah ingin jadi bagian dari perubahan nyata,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Kadin Indonesia berharap dapat menciptakan sinergi kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berdaulat dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









