Puji Kepala BP2MI, Eko Sulistyo: Benny Berhasil Tempatkan PMI Diposisi Terhormat

AKURAT.CO, Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara, Eko Sulistyo menyampaikan motivasi di hadapan 349 pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan mengapresiasi kerja-kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Eko memuji kerja ketua BP2MI Benny Rhamdani yang dinilai melakukan perubahan besar di BP2MI dan menempatkan pekerja migran dalam posisi yang tehormat dimata negara lain.
"Informasi dan paparan Pak Benny Rhamdani barulah saya tahu bahwa Pekerja Migran Indonesia sangat berjasa untuk Indonesia. Lalu, BP2MI hadir menempatkan mereka begitu terhormat. Seperti contoh hari ini. Perubahan besar yang dilakukan Kepala BP2MI, membawa hasil yang baik bagi wajah PMI, ini faktanya," Ujar Eko Sulistyo di Jakarta, dalam keteranganya diterima Selasa (15/11/2022).
Menurutnya, Benny mampu membebaskan PMI dari cengkraman kelompok tertentu. BP2MI tidak mau PMI diseret dan menjadi sasaran sindikat non-prosedural. Dengan demikian BP2MI sebagai representasi negara bisa hadir di depan PMI, dan hadir tiap saat. Dan berupaya menjauhkan peran sindikat mafia dan calo pekerja migran.
"Terobosan pemerintah telah dilakukan Pak Benny melalui BP2MI. Dimana BP2MI berhasil menghadirkan atau membuat negara terlibat dalam mensejahterakan, memfasilitasi Pekerja Migran Indonesia. Ini bukti negara benar-benar serius mengurusi Pekerja Migran Indonesia. Kerja semacam inilah yang dibutuhkan," tutur Eko.
Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan negara sebesar Indonesia tidak mungkin bertekuk lutut di bawah kendali sindikat. Sehingga BP2MI berupaya mengupayakan penegakan hukum yang adil dan tegas menjadi solusi ampuh dalam menghentikan badai sindikasi yang terus marak di Indonesia.
"Saya katakan negara tidak boleh kalah. Posisi BP2MI jelas melawan praktek culas dan kotor tersebut. Dari operasi sindikat, mafia, calo, dan bandar yang menabrak aturan di negara ini, menyeret wibawa negara. Sudah pasti kita berperang dengan sindikat. Sampai kapanpun, BP2MI akan berperang melawan sindikat," ujar Benny tegas.
Para pengusaha jahat yang dengan segala cara merugikan, membodohi PMI dinilai Benny sebagai rangkaian dari upaya melawan negara. Itu sebabnya, Benny begitu optimis bahwa Presiden akan mendukung segala sikapnya dalam melawan sindikat penempatan ilegal PMI.
"Itu sebabnya, dalam tiap pelepasan CPMI, saya selalu melibatkan para pejabat publik. Agar mereka tau bahwa PMI layak diperlakukan istimewa. Pemerintah selalu menghormati PMI, karena kalian merupakan pahlawan devisa. Jangan lagi kecil hati saat menjadi PMI, wajarlah kalian berbangga karena telah berkontribusi untuk pembangunan Indonesia," tutur Benny.
Benny mengatakan dalam tiap pelepasan CPMI, BP2MI selalu melibatkan para pejabat publik. Agar mereka tau bahwa PMI layak diperlakukan istimewa. Pemerintah selalu menghormati PMI, karena PMI merupakan pahlawan devisa dan berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




