Baznas dan Unilever Bersatu Bangun Harapan di Tengah Konflik

AKURAT.CO Upaya bersama dalam penanganan konflik dan gerakan kemanusiaan mendapat dorongan positif melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Unilever Indonesia.
Dukungan sebesar Rp3 miliar telah diserahkan secara simbolis di Gedung Baznas, Jakarta.
Serah terima bantuan kemanusiaan ini turut disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan yakni Ketua Baznas, Prof. KH. Noor Achmad MA; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur; Komisaris Independen Unilever Indonesia, Alissa Wahid; serta Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Nurdiana Darus.
Bagi Baznas, kemitraan yang sudah terjalin antara Baznas dan Unilever Indonesia kembali menunjukkan hasil konkrit dalam upaya membantu para korban konflik. Serah terima donasi kemanusiaan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta memiliki peran vital dalam menanggapi isu-isu sosial yang kompleks.
"Perlu kekuatan bersama dan berkelanjutan untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di area konflik. Kami atas nama Kementerian Agama menyambut gembira dan mengapresiasi yang dilakukan Unilever Indonesia. Semoga konstribusi sosial ini dapat bermanfaat," kata Dirzawa Kemenag, Abdul Ghafur, mewakili Menteri Agama.
Baca Juga: Ganjar Bakal Terapkan Program Baznas ke Tingkat Nasional
Ketua Baznas, Prof. KH. Noor Achmad MA, menyatakan, pihaknya menyambut baik bantuan dari Unilever Indonesia dan dengan tulus mengapresiasi kemitraan yang sudah berlangsung lama dan terus berkesinambungan antara kedua belah pihak.
"Kolaborasi menjadi elemen krusial dalam upaya kolektif untuk mengatasi berbagai isu sosial. Kontribusi berkelanjutan dari entitas swasta, seperti Unilever Indonesia, memainkan peran kunci dalam perjalanan mewujudkan perdamaian dan keadilan, terutama di wilayah yang tengah dilanda konflik," ujarnya.
Sebagai lembaga amil zakat yang diberi kepercayaan sebagai perpanjangan tangan berbagai pihak sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2001, Baznas memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.
Baznas terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk menyalurkan bantuan melalui jaringannya yang meliputi 463 cabang di tingkat kabupaten/kota, 34 provinsi, 28 lembaga amil zakat nasional dan 23 lembaga zakat internasional. Hal ini memastikan bahwa bantuan mencapai langsung mereka yang membutuhkan di berbagai wilayah.
"Wujud keprihatinan terus kami lakukan dalam berbagai bentuk untuk memberikan bantuan kemanusiaan, kali ini bersama Baznas menyalurkan donasi senilai Rp3 miliar. Tentunya doa kami tiada henti menyertai mereka yang terdampak di masa yang luar biasa sulit ini," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, dalam keterangan resmi, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga: Terima Kunjungan Baznas, Mendag: Dukung Optimalisasi Zakat Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Sebagai penutup, Kiai Noor menyampaikan harapan yang besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Sumbangan yang tiada henti dari para donatur semoga dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang terdampak konflik. Dengan penuh harapan, yakinlah bahwa kontribusi yang diberikan akan menciptakan dampak positif yang berarti, memberikan kesejahteraan dan meningkatkan kondisi kemanusiaan bagi para korban," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







