Pilkada 2024 Diikuti Banyak Peserta, Bawaslu Perkuat Koordinasi

AKURAT.CO Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi salah satu penyelenggaraan demokrasi terbesar di Indonesia.
Sebab, pilkada tahun ini akan digelar di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.
Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, mengatakan Pilkada 2024 akan terasa berbeda dengan pilkada sebelumnya karena diikuti peserta yang lebih banyak.
"Karena seluruh daerah melakukan pemilihan kepala daerah. Kalau dulu ada 270 (daerah), sekarang semuanya melakukan pemilihan kepala daerah, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (21/4/2024).
Baca Juga: Caleg Terpilih Wajib Mundur Jika Mencalonkan Diri di Pilkada 2024
Melihat situasi yang bisa berubah menjadi lebih kompleks, ada poin krusial yang harus dipegang seluruh jajaran Bawaslu di semua tingkatan, salah satunya yaitu koordinasi berjenjang.
"Sumber daya juga harus diperkuat. Kenapa? Karena misalnya ada sumber daya manusia kita berkurang itu harus dipikirkan untuk pengisian terhadap sumber daya manusia tersebut," kata Bagja.
Dia menambahkan, koordinasi berjenjang semua tingkatan di Bawaslu harus ditingkatkan sebagai upaya mengantisipasi semua kemungkinan dalam Pilkada 2024.
"Ini yang harus diperkuat karena sekarang sudah enggak bisa lagi daerah yang lain bantuin. Ini enggak bisa. Sekarang semua melakukan pemilihan kepada daerah, kecuali Bawaslu Republik Indonesia sebagai penanggung jawab terakhir," pungkas Bagja.
Baca Juga: Demokrat Proyeksikan 7 Nama Bakal Cagub dan 13 Bakal Cawagub di Pilkada 2024, Ini Daftarnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








