5 Fakta Rumah Pensiunan Jokowi di Karanganyar, Pilih Lokasi Sendiri Hingga Terluas di Antara 7 Presiden

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo akan mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala negara pada bulan Oktober 2024 mendatang.
Setelah itu, beliau berencana untuk kembali menjadi warga biasa dan menetap di rumah pensiunnya di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Pembangunan fisik rumah pensiun Jokowi tersebut direncanakan akan dimulai pada bulan Juli 2024.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 mengenai Hak Keuangan dan Administratif bagi Presiden dan Wakil Presiden, serta Mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia memiliki hak atas fasilitas rumah pensiun dari negara.
Sehubungan dengan itu, simak berikut sederet fakta rumah pensiunan Jokowi.
5 Fakta rumah pensiunan Jokowi
1. Alasan Jokowi memilih lokasi rumah pensiunan di Colomadu
Menurut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, alasan Jokowi memilih Colomadu sebagai lokasi rumah pensiunnya adalah karena wilayah tersebut sangat strategis.
Baca Juga: Heboh Kasus Mutilasi di Pinggir Jalan Raya Lintas Selatan Garut, Pelaku dan Korban Diduga ODGJ
Colomadu terletak dekat dengan berbagai fasilitas umum, seperti jalan tol dan bandara, yang membuatnya menjadi pilihan yang representatif.
2.Terluas di antara ketujuh presiden
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2022 mengatur bahwa luas tanah dan bangunan untuk rumah pensiun presiden dan wakil presiden adalah 1.500 meter persegi untuk lokasi pembangunan di DKI Jakarta.
Namun, jika rumah pensiun dibangun di luar DKI Jakarta, luas maksimal akan disesuaikan dengan nilai tanah setara 1.500 meter persegi di DKI Jakarta.
3. Jokowi memilih sendiri
Menurut Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, Jokowi secara pribadi memilih lokasi rumah pensiunnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang akan disediakan oleh negara setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Setya Utama menyatakan bahwa presiden sendiri yang menentukan dan memilih lokasi kediamannya, dengan pertimbangan dari dirinya sendiri dan keluarganya.
4. Dibiayai negara
Rumah yang akan dihuni oleh Jokowi setelah pensiun telah disesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Besaran anggaran tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2022 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan, dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman bagi Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Aturan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan Administratif Presiden dan Wakil Presiden, serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, yang menetapkan bahwa negara menyediakan rumah bagi mereka setelah masa jabatan berakhir.
5. Harga tanah
Menurut informasi dari Bupati Karanganyar Juliyatmo, tanah yang terletak di Jalan Utama Adi Sucipto, Colomadu, memiliki harga perkiraan antara Rp10-17 juta per meter persegi.
Dia juga menyebutkan bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp5 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









