Pakar Apresiasi Kebijakan Prabowo Naikkan Gaji Guru: Bukti Keberpihakan

AKURAT.CO Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto, yang akan menaikkan gaji guru untuk tahun depan.
Di mana, gaji guru non ASN akan naik sebesar Rp 2 juta, sedangkan gaji guru ASN akan mengalami kenaikan satu kali gaji pokok yang dimiliki masing-masing guru.
Menurut Achmad, kenaikan gaji guru ini sebagai tanda bahwa Prabowo punya keberpihakan kepada guru.
Baca Juga: Komisi X DPR Apresiasi Kenaikan Gaji Guru, Soroti Perlu Peningkatan Kualitas Pendidikan
"Saya kira dengan adanya pernyataan dan juga kepastian bahwa gaji guru juga akan naik Ini salah satu pertanda bahwa memang di awal pemerintahnya Pak Prabowo sudah ada keberpihakan kepada guru," kata Achmad kepada Akurat.co, Sabtu (30/11/2024).
Dia menilai, sikap Prabowo ini sangat berbeda dengan sikap presiden sebelumnya, yakni Presiden Joko Widodo yang lebih banyak menaruh fokus pada persoalan hilirisasi hingga IKN, saat mengawali periode keduanya.
"Di tengah banyak sekali narasi-narasi pemerintahan yang lalu saat menjabat, bicaranya hilirisasi, nikel, dan proyek strategis nasional yang termasuk di dalamnya adalah IKN, PIK dua itu bukan kelompok masyarakat kecil ya. Nah ini satu kontras dan narasi yang cukup berbeda, cukup menarik disampaikan oleh Presiden yang baru," ujarnya.
Dengan adanya kebijakan ini, Achmad yakin, masyarakat kecil akan selalu mendapat perhatian dalam pemerintahan Prabowo.
"Dan saya kira benar-benar ini satu optimisme bahwa ke depan orang-orang kecil akan lebih diperhatikan lagi. Ya terutama bukan sekedar sifatnya yang populis, tapi bagaimana orang-orang kecil ini bisa melompat secara fundamental dan struktural ke atas kehidupan mereka lebih terangkat," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








