Wujudkan Swasembada Pangan 2027, Menko Zulhas Minta Tambah Anggaran Rp505 Miliar

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta tambahan anggaran sebesar Rp505 miliar, untuk mencapai cita-cita swasembada pangan yang diinginkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Waktu di APEC dan di G20, Bapak Presiden menyampaikan kita akan swasembada pangan 2027. Tentu ada pertanyaan apakah kita bisa? Saya jawab, bisa InsyaAllah. Paling kurang beras, kemudian jagung, gula," ujarnya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).
"Nah tadi saya sampaikan di Banggar, anggaran kami baru Rp40 miliar, kami memerlukan kira-kira Rp550 (miliar) jadi kurang Rp505 (miliar) tadi, maka nanti akan dibahas Banggar meminta untuk dibahas dengan pemerintah perlu waktu kira-kira 2 sampai 3 bulan," jelasnya menambahkan.
Sedangkan saat rapat, Zulhas merinci anggaran tersebut mencakup kebutuhan dukungan manajemen sebesar Rp269.910.975 dan koordinasi pelaksanaan kebijakan sebesar RpRp230.000.000. Serta dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan empat kedeputian di kementeriannya.
Baca Juga: Bidik Swasembada Pangan, Pemerintah Bakal Stop Impor Garam Konsumsi pada 2025
"Ada empat Deputi, kami. Ya tentu ada sarana prasarana. Kemudian kami akan siapkan dashboard, Pak, mengenai anggaran di bidang kami. Ini kami akan monitor," ungkapnya.
Selain itu, anggaran ketahanan pangan pada 2025 sebesar Rp139,4 triliun. Anggaran itu, mencakup program dari kementerian teknis terkait yang membidangi urusan pertanian, kelautan, kehutanan, lingkungan, hingga badan gizi dan badan pangan.
"Total anggaran kami Rp139,4 triliun, tersebar di kementerian itu Rp139,4 triliun. Itu ada di dana desa Rp16 triliun, ada di irigasi Rp12 triliun," katanya.
Zulhas mengatakan, pihaknya akan membuat dashboard agar seluruh pihak bisa mengawasi penggunaan anggaran itu. "Kalau berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang direcanakan, maka tahun depan kita tidak akan impor beras lagi. Kalau ini bisa berjalan dengan baik, Pak," tuturnya.
"Program-program Kementerian terkait yang saya koordinasi, kalau berjalan dengan bagus, kita tahun depan tidak akan impor beras. Dan mudah-mudahan juga tidak ada yang (impor) jagung tahun depan. Tidak perlu di 2027. Kalau ini berjalan dengan baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








