DPD RI: Pemasangan Pagar di Laut Adalah Orang Serakah

AKURAT.CO Anggota DPD Provinsi Banten, Habib Ali Alwi, menegaskan kasus pemagaran laut di perairan Tangerang sepanjang 30,16 kilometer adalah pekerjaan orang yang serakah.
"Pemagaran laut itu kerjaan orang yang serakah, itu saja sudah jawabannya," kata dia saat ditemui di Komplek DPR/MPR, Nusantara V, Selasa (14/1/2025).
Menurutnya, orang yang serakah pasti akan berusaha menguasai semuanya. Nantinya, awalnya pagar bambu setelahnya itu akan menjadi pagar beton.
"Jadi kalau orang serakah itu dia bagaimana penguasaan fisik itu dilakukan dulu. Awalnya pagarnya pagar bambu tapi lihat nanti bentar lg jadi pagar beton," ujarnya.
Baca Juga: Kelakar Komeng Soal Pemagaran Laut: Harusnya Kerja Sama dengan Perusahaan Teralis
Dia menegaskan, pemerintah harus segera bersikap untuk mengusut kasus tersebut. Sebab, menurut UUD 1945 Pasal 33 jelas menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab negara untuk kemaslahatan masyarakat.
"Itu pemerintah pusat harus bersikap walaupun bagaimana ini adalah di Pasal 33 itu air tanah itu semua adalah tanggung jawab negara untuk kemaslahatan masyarakat. Itu saja penerapan pasal 33 saja," jelasnya.
Sebelumnya, pemagaran laut yang dilakukan oleh Jaringan Rakyat Pantura (JRP) di laut Tangerang dan Bekasi, diduga ada campur tangan aktor besar.
Sebab, pagar sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang dan 8 kilometer di Bekasi membutuhkan biaya besar, tenaga kerja terorganisir, serta logistik yang tidak mungkin dikelola oleh ormas kecil.
"Tidak logis jika ormas dengan sumber daya terbatas mampu melakukan operasi skala besar secara simultan. Kemungkinan ada investor besar di balik pemagaran laut," kata Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







