Presiden Prabowo Pimpin Sidang Perdana DPN dan Beri Pengarahan ke Komandan Satuan TNI di Istana Bogor

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjalani dua agenda penting di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2/2025).
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, mengatakan bahwa Presiden akan memimpin sidang perdana Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dan memberikan pengarahan kepada jajaran komandan satuan TNI.
"Hari ini Bapak Presiden memiliki dua agenda di Istana Kepresidenan Bogor. Pertama, beliau akan memimpin Sidang Perdana Dewan Pertahanan Nasional pada pukul 14.00 WIB, setelah salat Jumat," ujar Yusuf kepada wartawan di Jakarta.
Setelah memimpin sidang DPN, Prabowo akan melanjutkan kegiatan dengan memberikan pengarahan kepada para komandan satuan TNI pada pukul 15.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis Presiden dalam memperkuat pertahanan nasional serta soliditas dan kesiapan TNI dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






