Efisiensi Anggaran, Debat Paslon Saat PSU Pilkada Hanya Disiarkan Secara Online

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen, melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 dengan anggaran yang seminimal mungkin. Mengingat, pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Diketahui, PSU yang sebelumnya dikabarkan akan merogoh anggaran hingga Rp1 triliun, kini turun menjadi Rp719 miliar dari total keseluruhan.
"Kita juga sudah melakukan penekanan semaksimal mungkin untuk lebih efisien dan seminimal mungkin. Itu yang kita lakukan," kata Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, usai rapat bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Baca Juga: KPU Komitmen PSU Pilkada 2024 Tak Akan Terulang Dua Kali
Menurut Afif, anggaran yang ditetapkan itu sudah sangat efisien dan banyak dilakukan pemotongan agar bisa lebih hemat.
"Dan semuanya kan jika kita koordinasikan dengan teman-teman pemda dan Kemendagri, jadi sudah sangat terkoordinir efisiensi yang bisa kita lakukan," jelasnya.
Bahkan, pihaknya meminta agar KPUD menggelar debat tidak disiarkan di TV Nasional, melainkan secara daring seperti melalui aplikasi YouTube. "Kalau dulu kan di TV, ini paling dengan pakai YouTube atau sarana-sarana yang murah dan gratis," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan anggaran untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 menjadi Rp719 miliar, turun dari perkiraan awal yang mencapai Rp1 triliun.
Baca Juga: Ada Efisiensi, Anggaran PSU Pilkada Turun Jadi Rp719 Miliar
"Jadi totalnya Rp719 miliar, ini kami kira turun dari rapat lalu, lebih kurang Rp1 triliun lebih karena ada upaya melakukan efisiensi tersebut," kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR dan KPU, Bawaslu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Dia menjelaskan, total anggaran tersebut merupakan gabungan dari keperluan KPUD dan Bawaslu di 24 daerah, serta bagian keamanan dan ketertiban untuk TNI dan Polri.
"Dari hasil rekap yang kami lakukan ini rekap umumnya, ini dari KPUD ini kebutuhan anggarannya Rp429 miliar atau 59 persen lebih, total Bawaslu dari 24 pemda hasil putusan MK ini, PSU ya, ini Bawaslunya Rp158 miliar, TNI nya Rp38 miliar, Polri nya Rp91 miliar," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








