Inilah Profil Arief Budiman dan Stefanus Ade, Direktur INA yang Ditarik Jadi Pengurus Danantara

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan Perkasa Roeslani telah mengumumkan struktur kelembagaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusatara (Danantara), Senin (24/3/2025).
Dikutip dari berbagai sumber, Rosan mengumumkan bahwa ada dua petinggi SWF RI Indonesia Investment Authority (INA), yaitu Arief Budiman dan Stefanus Ade.
Keduanya ditunjuk sebagai Chief Financial Officer (CFO) Danantara dan Stefanus Ade Hdiwidjaja sebagai Managing Director Investment.
Baca Juga: IHSG Menguat Setelah Pengumuman Struktur BPI Danantara, Rosan Roeslani: Tren Positif Terlihat
Lantas, seperti apa profil Arief Budiman dan Stefanus Ade? Simak ulasannya di bawah ini!
Profil Arief Budiman
Arief Budiman, yang lahir pada tahun 1974, mulai menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina EP Cepu pada 20 Maret 2015.
Ia menyelesaikan studi Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1996 dan kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dengan penghargaan dari Wharton School, University of Pennsylvania.
Karier profesionalnya dimulai pada tahun 1997 sebagai konsultan di Booz Allen & Hamilton, Asia, dan melanjutkan ke Merryl Lynch (Summer Associate, Investment Banking) pada tahun 2001.
Selanjutnya, Arief bekerja di Booz Allen & Hamilton, USA (Associate) pada periode 2003 hingga 2004, dan kemudian menjabat sebagai President Director di PT McKinsey Indonesia dari 2004 hingga 2014.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Direktur Keuangan di PT Pertamina (Persero), sesuai informasi dari situs Pertamina EP Cepu.
Arief Budiman memiliki banyak pengalaman dalam penggalangan dana, pembiayaan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi, serta proses pencatatan publik anak perusahaan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di McKinsey & Co dan sebagai Presiden Direktur di PT McKinsey Indonesia.
Baca Juga: Pengurus Lengkap Terbentuk, Bos Danantara: Kedepankan Trust, Transparency dan Transformation
Profil Stefanus Ade Hadiwidjaja
Stefanus Ade Hadiwidjaja sebelumnya menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) di INA. Ia memiliki pengalaman karier yang luas, termasuk posisi sebagai Managing Director di Creador.
Sebagai warga negara Indonesia, Stefanus juga terlibat dalam Komite Investasi dan Manajemen Risiko PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) atau Rumah Sakit Hermina selama periode 2018-2020.
Stefanus memiliki keahlian dalam memimpin dan melaksanakan berbagai investasi di sektor layanan kesehatan, konsumen, dan layanan keuangan.
Ia dikenal memiliki catatan sukses dalam meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi perusahaan tempat ia bekerja, serta memiliki pengalaman sebagai CEO dan anggota dewan perusahaan investasi.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Pengurus Danantara, Ada Tokoh Thailand hingga Amerika
Sebelumnya, Stefanus bekerja di Boston Consulting Group (BCG) di mana ia menangani berbagai klien di industri jasa keuangan dan telekomunikasi, baik perusahaan swasta maupun milik negara.
Ia juga memiliki pengalaman bekerja di perusahaan konsultan manajemen Arghajata dan Skha Consulting, serta menghabiskan satu tahun di IBM Indonesia sebagai Territory Services Leader.
Stefanus menyelesaikan studi MBA di bidang Finance di Wharton School, University of Pennsylvania.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









