Menteri PPPA Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Energi

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong transisi energi untuk melibatkan keadilan gender, kesetaraan peluang, dan kepemimpinan perempuan di dalamnya.
Sebab, peran perempuan belum dilibatkan dalam isu-isu energi. Padahal, perempuan justru memiliki pengalaman, kepekaan sosial, dan kapasitas kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam membentuk ekosistem energi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Pemberdayaan perempuan dalam sektor energi, termasuk dalam ekosistem hidrogen, bukan hanya terkait statistik atau kuota. Namun, menghadirkan perspektif empatik, solutif, kolaboratif," kata Arifah dalam keterangannya, Jumat (18/4/2025).
Dia menjelaskan, perempuan merupakan pengguna utama energi di tingkat rumah tangga. Dalam banyak kasus, perempuan juga menjadi korban dari krisis energi dan lingkungan.
Baca Juga: Dokter Kandungan Perempuan di Garut Lecehkan Pasien, Apa Saja Etika Kedokteran Menurut Islam?
"Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan perempuan dapat dilibatkan secara aktif dan setara sebagai bagian dari solusi, buka hanya terdampak," ujarnya
Menurutnya, perempuan mampu mengambil peran dalam riset, inovasi, perancangan kebijakan, pengambil keputusan, dan bahkan dalam lapangan kerja industri energi baru dan terbarukan.
"Kita perlu menciptakan ruang-ruang aman dan produktif bagi perempuan untuk menyuarakan ide, mengembangkan potensi, membangun jaringan, dan mengambil peran sentral dalam setiap aspek pembangunan berbasis energi baru dan terbarukan," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk mendorong pendidikan dan pelatihan STEM (science, technology, engineering, mathematics) bagi perempuan dan anak perempuan, membuka akses dan peluang karir di sektor energi bagi perempuan, dan mengembangkan kebijakan dan sistem yang mendukung kepemimpinan perempuan.
"Dan yang paling penting, mengakui bahwa perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari solusi energi masa depan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







