Ada Kebijakan Tarif AS, Ekonomi Indonesia Diklaim Masih Kuat dan Solid

AKURAT.CO Fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan solid, di tengah tantangan ketidakpastian global serta keluarnya kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 32 persen.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Dedek Prayudi, menjelaskan APBN sebagai pilar ekonomi pemerintah, bersifat sangat fleksibel dan adaptif di tengah ketidakpastian global.
"Jadi lewat anggaran yang sudah dijaga ketat ini, ya, kita terlindungi. Jadi, defisit anggaran kita, kalau kita merujuk kepada Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024, yang sudah disetujui antar pemerintah dengan DPR, itu tidak boleh melebihi 2,5 persen," ucap Dedek melalui instagram resmi @jurubicarapco, dikutip Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga: Trump Isyaratkan Penurunan Tarif Jika China Mau Kompromi
Selain itu, pemerintah juga mencatat bahwa inflasi cenderung rendah dan sangat terkendali. Pada Maret 2025 ini, inflasi tercatat hanya 1,03 persen year-on-year.
"Dan kalau kita melihat inflasi khusus untuk bahan baku makanan atau bahan makanan, ya, itu tercatat hanya 0,37 persen. Dan ini mencerminkan pengendalian harga yang baik secara umum. Padahal di bulan Maret itu ada bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri. Di mana biasanya inflasi itu agak menggila," ujarnya.
Kemudian jika merujuk kepada PMI atau Purchasing Manager Index, Indonesia berada di zona ekspansi dengan indeks sebesar 52,4 poin pada Maret 2025 lalu. Ini menandakan bahwa industri terus tumbuh.
Sementara itu, data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) menurut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga berada di level optimis pada Februari 2025, yaitu sebesar 126,4 poin. Ini juga sebagai penanda bahwa persepsi dan harapan masyarakat terhadap situasi ekonomi saat ini dan masa depan imasih sangat tinggi.
"Jadi, semakin tinggi IKK, semakin tinggi pula optimisme masyarakat, terutama konsumen dalam hal ini ya, terhadap kondisi ekonomi. Dan semakin besar juga kemungkinan mereka untuk tetap berbelanja dan berinvestasi, sehingga ekonomi semakin berputar lagi," ucapnya.
Baca Juga: Produk Perikanan RI Kena Tarif Trump, Kadin dan KKP Cari Solusi
Oleh karena itu, dia menjamin bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan solid di tengah tantangan global. Hal ini dikarenakan pengelolaan fiskal yang disiplin dan ketat.
Selain itu, Inflasi juga terkendali, dan berbagai program subsidi, juga ada diversifikasi ekonomi, turut berperan terhadap fundamental ekonomi yang kuat.
"Jadi kita harus tetap optimis, kita harus tetap semangat. Karena pemerintah terus mengupayakan yang terbaik untuk bangsa ini. Kita semua saling dukung, saling menguatkan ekonomi kita, butuh kerja keras dan kerjasama dari semua insan bangsa ini," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








