PGI Kenang Paus Fransiskus: Gembala Dunia yang Menolak Kemewahan, Merangkul Kemanusiaan

AKURAT.CO Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi komunitas lintas iman di seluruh dunia.
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyebutnya sebagai sosok yang menjadikan kemanusiaan sebagai pusat panggilan hidupnya.
“Beliau bukan sekadar pemimpin Gereja Katolik, tapi gembala dunia yang memilih jalan sederhana, memeluk luka dunia, dan menyuarakan kasih di tengah kegaduhan zaman,” ujar Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Senin (21/4/2025).
Dalam pandangan PGI, Paus Fransiskus—yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio—lebih dari sekadar Paus ke-266.
Ia adalah suara nurani global yang berani menantang politik identitas, ketimpangan ekonomi, hingga dogma keagamaan yang kehilangan kasih.
Baca Juga: Kejagung Periksa 12 Saksi Terkait Dugaan Suap di PN Jakpus, Total Suap Capai Rp82,5 Miliar
“Alih-alih menjadi pangeran gereja, beliau memilih menjadi sahabat bagi kaum terpinggirkan, pelindung bumi yang rusak, dan utusan damai di tengah dunia yang terpecah,” lanjut Jacklevyn.
Indonesia, kata dia, memiliki tempat istimewa di hati Paus. Dalam berbagai kesempatan, pemimpin Vatikan ini mengangkat Indonesia sebagai simbol kerukunan antaragama yang patut diteladani dunia.
“Bagi Paus Fransiskus, Indonesia adalah bukti bahwa keberagaman bisa dirawat, bukan sekadar ditoleransi. Bahwa perbedaan bisa dirangkul tanpa mengorbankan keyakinan,” ungkapnya.
PGI menilai wafatnya Paus Fransiskus bukan hanya kehilangan seorang tokoh agama, melainkan juga hilangnya suara moral yang selalu berdetak untuk mereka yang terabaikan.
“Beliau menembus batas agama, bukan karena menyeragamkan, tapi karena cintanya pada kemanusiaan bersumber dari spiritualitas Yesus yang memihak pada yang menderita,” ujar Jacklevyn menutup pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






