Program 3 Juta Rumah Dorong Lapangan Kerja dan Investasi Asing

AKURAT.CO Agenda ambisius sektor perumahan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk mengatasi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah Program 3 Juta Rumah.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyinggung Program 3 Juta Rumah, dalam Silaturahmi Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Jakarta, pada Senin (21/4/2025) malam.
"Karena sektor ini (Program 3 Juta Rumah) akan menciptakan banyak lapangan kerja baru. Terutama melalui proyek renovasi di wilayah-wilayah," ujarnya.
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia-Qatar Bisa Percepat Realisasi Program 3 Juta Rumah
Dia menjelaskan, Program 3 Juta Rumah yang menjadi janji kampanye Prabowo Subianto di Pilpres 2024, dibagi menjadi tiga bagian.
Yakni satu juta rumah di perkotaan, satu juta di pedesaan dan satu juta di wilayah pesisir.
"Visi komprehensif ini telah menarik minat besar dari para investor. Termasuk lembaga donor internasional yang ingin turut serta dalam inisiatif presiden ini," kata Fahri.
Menurutnya, Program 3 Juta Rumah tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perumahan nasional tetapi juga sebagai penggerak strategis perekonomian.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Diusulkan untuk Relokasi Warga dari Tempat Rawan Banjir
"Skala dan cakupan program ini menjadikannya peluang investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun luar negeri," demikian Fahri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








