KKP Diminta Perkuat Pemberdayaan Nelayan Kecil agar Memiliki Daya Saing

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diminta untuk lebih memperhatikan pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan UMKM agar mampu bersaing dengan pengusaha besar.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Rina Sa'adah, mengatakan nelayan Indonesia sangat membutuhkan dukungan untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin ketat.
"Dengan dukungan dari semua pihak terutama KKP, saya yakin mereka dapat lebih semakin berdaya. Dukungan yang diberikan tentunya akan membantu meningkatkan nilai tambah produk kelautan dan perikanan," kata Rina, dikutip Sabtu (26/4/2025).
Menurutnya, kebutuhan mendesak nelayan meliputi bantuan alat tangkap, mesin kapal, pelatihan teknis, program vokasi, serta kemudahan akses permodalan.
Baca Juga: Tiga Kapal Nelayan Indonesia Ditahan di Papua Nugini, 40 ABK Diperiksa
"Kalau perlengkapannya lengkap dan memadai, hasil tangkapannya juga lebih banyak dan ini tentu membantu perekonomian," imbuhnya.
Dia juga menyoroti, pentingnya mesin kapal dan pelatihan teknis untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian nelayan. Selain itu, kemudahan akses modal sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan usaha nelayan kecil.
"Pelatihan teknis juga sangat dibutuhkan sehingga dapat menambah keahlian mereka. Jadi jika ada permasalahan, mereka sudah dapat lebih mandiri dan menyelesaikan permasalahannya," ujarnya.
Dia pun mengapresiasi program Lautra di NTT senilai USD200 juta, yang menurutnya harus menjadi contoh pemberdayaan tepat sasaran dengan melibatkan koperasi dan BUMDes.
"Keterlibatan banyak pihak juga penting agar berkelanjutan dan juga ada pengawasan maksimal," katanya.
"Untuk itu kami dari Fraksi PKB menyetujui dan mendukung agar Kementerian Keuangan membuka blokir anggaran KKP untuk program yang berbasis output dan manfaat riil bagi masyarakat," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








