PAD Rendah, 70 Persen Daerah di Indonesia Masih Bergantung pada APBN

AKURAT.CO Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Indonesia masih rendah, sehingga banyak daerah yang masih mengandalkan anggaran transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
"Kemandirian fiskal daerah kita di Indonesia itu masih sangat rendah. Rata-rata daerah kita itu masih sangat tergantung oleh dana APBN," kata Rifqinizamy, dalam rapat kerja bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan seluruh Kepala Daerah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Kawasan Ekonomi Transmigrasi, Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah
Menurutnya, sekitar 70 persen daerah di Indonesia masih bergantung pada dana APBN, dan ini menjadi perhatian serius Komisi II DPR dalam fungsi pengawasan.
Selain itu, rapat juga membahas performa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masing-masing provinsi. Dia menekankan, pentingnya membenahi BUMD agar tidak menjadi alat politik bagi kepala daerah.
"Kita tidak ingin BUMD itu justru menjadi bagian dari penggunaan dana APBD yang dihajatkan untuk para tim sukses gubernur, bupati, wali kota," katanya.
Agenda terakhir yang dibahas adalah komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan konversi tenaga honorer menjadi PPPK sebelum tahun 2025, dengan memperhatikan batasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.
"Tiga hal inilah saya kira yang kemudian menjadi concern Komisi II DPR RI dalam tiga hari ke depan," tutup Rifqinizamy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








