Bahlil Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Indonesia dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya komoditas strategis seperti nikel.
Dalam diskusi bertajuk Arah Kebijakan Geostrategi dan Geopolitik Indonesia di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (8/5/2025), Bahlil menyebutkan, keputusan pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel pada 2020 merupakan langkah berdaulat yang harus dipertahankan meskipun mendapat tekanan dari negara-negara maju.
"Saya katakan kepada Pak Presiden Jokowi waktu itu, Pak, kita harus tegakkan kepala di dunia Eropa. Indonesia merdeka bukan atas dasar pemberian, tapi atas perjuangan dan pengorbanan," kata Bahlil.
Ia mengungkapkan, Uni Eropa tidak setuju dengan kebijakan tersebut dan menggugat Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Menurutnya, gugatan itu mencerminkan kepentingan lama negara-negara Barat yang masih ingin menikmati bahan mentah dari Indonesia tanpa memberikan nilai tambah di dalam negeri.
Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Dua Tersangka Korupsi Kerja Sama Jual Beli Gas PGN-IAE
"Sejak 350 tahun kita dijajah Belanda, mereka sudah candu terhadap sumber daya alam kita. Mereka ingin Indonesia hanya kirim bahan mentah, industrinya di luar, nilai tambahnya di luar," ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan, Indonesia bukan bagian dari kekuasaan negara manapun dan tidak bisa diintervensi.
"Anda boleh hebat, tapi negara kami bukan provinsi ke sekian dari negara Anda," tegasnya.
"Kami menghargai Anda, dan Anda harus menghargai kedaulatan kami. Ini soal marwah bangsa. Bicara geostrategis berarti bicara marwah negara," tambahnya.
Ia juga menyerukan agar Partai Golkar mengambil peran aktif dalam membela kepentingan nasional.
"Golkar harus selalu menjadi garda terdepan memperjuangkan apa yang menjadi hak negara demi mewujudkan cita-cita Proklamasi," pungkas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





