Bantu Evakuasi 96 WNI dari Iran, Menlu Sugiono Apresiasi Pemerintah Azerbaijan

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Pemerintah Azerbaijan dalam memfasilitasi proses evakuasi 96 WNI dari Iran pada tanggal 21 Juni 2025.
Hal ini disampaikan oleh Sugiono pada saat pertemuan bilateral dengan Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov, di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri OKI ke-51 di Istanbul, Turki.
"Di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri OKI ke-51 di Istanbul, saya berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Y. M. Jeyhun Bayramov," ucap Sugiono melalui keterangan di instagram pribadinya @sugiono_56, dikutip Selasa (24/6/2025).
Baca Juga: Konflik Memanas, 29 WNI di Iran Dijadwalkan Pulang ke Indonesia Hari Ini
"Apresiasi yang begitu besar saya sampaikan atas dukungan pemerintah Azerbaijan dalam memfasilitasi evakuasi 96 warga negara Indonesia dari Iran pada 21 Juni 2025," sambungnya.
Evakuasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya ketegangan di Iran akibat serangan dari Israel. Di sisi lain, Azerbaijan juga memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan situasi Iran-Israel yang dapat berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan.
"Hal ini mencerminkan semangat solidaritas antarbangsa dan komitmen kita untuk melindungi warganegara, di mana pun mereka berada," ujar Sugiono.
Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut, Azerbaijan juga mengapresiasi kerja sama dengan Indonesia, sebagai sesama negara anggota OKI & Gerakan Non Blok (GNB).
Selain itu, Azerbaijan juga berterima kasih atas dukungan Indonesia terhadap pencalonannya sebagai anggota D8 pada tahun 2024.
Sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral, kedua Menlu bersepakat untuk bersama-sama menggali potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan.
Beberapa sektor yang konkrit dan dapat dijajaki yaitu bidang energi, transportasi, pariwisata, people to people contacts dan penguatan konektivitas.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menjadwalkan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) gelombang pertama dari Iran sebanyak 29 orang yang dimulai pada hari ini, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Pemerintah Diminta Fokus Lindungi WNI
Meteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, mengatakan pemulangan ini menyusul konflik Israel, Amerika Serikat (USA) dan Iran yang semakin bergejolak.
"Gelombang pertama WNI dari Iran berjumlah 29 orang disebar dalam 3 penerbangan komersial berangkat dari Baku, Azerbaijan tanggal 23 Juni 2025 dan tiba di Jakarta pada 24 Juni 2025 sore hari," kata Budi dalam keterangan resminya, Senin (23/6/2025).
Dalam situasi konflik yang terjadi di Iran, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan untuk memprioritaskan perlindungan WNI di negara-negara Timur Tengah, dan segera menyiapkan rencana kontingensi dan evakuasi selanjutnya.
Pihaknya juga terus memantau situasi perkembangan konflik yang terjadi, guna pemerintah untuk mengambil langkah selanjutnya. "Pemerintah juga terus mengantisipasi perkembangan situasi untuk evakuasi lanjutan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







