Komisi VIII DPR: Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Pendidikan, tapi Jalan Ubah Nasib Bangsa

AKURAT.CO Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep dan pelaksanaan Sekolah Rakyat, sebuah model pendidikan alternatif gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak hanya mampu menanggulangi kemiskinan, tetapi juga membentuk karakter generasi bangsa.
Dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Kartini, Temanggung, Jawa Tengah, Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, menyampaikan, Sekolah Rakyat menawarkan pendekatan pendidikan yang holistik.
Menurutnya, program ini memiliki misi jauh lebih luas daripada sekadar mengentaskan kemiskinan.
“Kami sangat mengapresiasi gagasan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal memutus rantai kemiskinan, tapi juga soal membangun karakter, kedisiplinan, kejujuran, serta menyiapkan generasi emas dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Maman, Sabtu (26/7/2025).
Maman menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya ditentukan oleh kurikulum, melainkan juga kesiapan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia, terutama guru.
Di Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Kartini, ia melihat adanya pelatihan yang serius untuk membentuk guru yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga secara mental dan spiritual.
“Kalau kita ingin anak-anak maju, maka sarana harus diperbaiki dan gurunya dipersiapkan. Di sini saya melihat guru-guru digembleng membentuk karakter anak, dari kecerdasan hingga integritas,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Kronjo hingga Kemiri, UPIK CERDAS Hadirkan Harapan Baru Lawan Stunting
Politisi Fraksi PKB itu juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong dalam membangun Sekolah Rakyat.
Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial, serta pemanfaatan aset bangunan lama yang kini berfungsi sebagai fasilitas pendidikan.
“Salah satu bangunan tua peninggalan tahun 1904 berhasil direvitalisasi dan kini menjadi ruang belajar. Ini bukan hanya langkah efisien, tapi juga mengandung nilai sejarah dan pelajaran arsitektur bagi siswa,” tambahnya.
Maman juga menyoroti persoalan serius yang masih dihadapi masyarakat seperti tingginya angka putus sekolah dan pernikahan dini, terutama di wilayah pedesaan seperti Temanggung.
Ia meyakini bahwa Sekolah Rakyat bisa menjadi alternatif konkret untuk menjawab masalah tersebut.
“Ini bukan hanya sekolah. Ini adalah harapan. Sebuah jalan agar masyarakat bisa kembali percaya bahwa pendidikan mampu mengubah nasib,” ucapnya.
Sebagai perbandingan, Maman menyebut Sekolah Rakyat milik Kemensos di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, telah dilengkapi fasilitas modern seperti smartboard, laptop, dan perabotan representatif.
Ia mendorong agar model Bekasi bisa direplikasi di daerah lain, termasuk Temanggung.
Baca Juga: Dukung Kompetisi Masjid Eco-Friendly, Pegadaian Tegaskan Komitmen Keberlanjutan untuk Masyarakat
“Dalam visi besar Pak Prabowo, semua anak Indonesia harus punya akses terhadap teknologi, dan menjadi subjek dalam proses pendidikan, bukan hanya objek,” katanya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, tim Komisi VIII DPR menyempatkan meninjau ruang-ruang belajar dan berdialog langsung dengan para siswa serta guru.
Di hadapan mereka, Maman menyampaikan pesan motivasi yang menekankan pentingnya kedisiplinan dan pola pikir positif.
“Saya katakan kepada anak-anak: You are what you think. Kalau kamu yakin bisa, maka kamu akan bisa. Pemimpin sejati lahir dari kebiasaan kecil—bahkan dari merapikan kasur sendiri. Itu bentuk awal dari tanggung jawab,” tutup Maman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








