Prabowo Konsisten Tak Lindungi Pejabat Korupsi, Mahfud MD: Lanjutkan Pak!

AKURAT.CO Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, memberikan apresiasi atas sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai konsisten tidak melindungi pejabat terlibat kasus korupsi, meskipun berasal dari partainya.
Hal itu disampaikan Mahfud melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.
"Presiden Prabowo juga konsisten, tak melindungi Pejabat meskipun dia anggota partainya. Lanjutkan Pak Presiden, buka pintu dan dorong KPK untuk memburu pejabat korup agar kembali disegani," tulis Mahfud, dikutip Jumat (22/8/2025).
Dia menilai, sikap Presiden Prabowo yang memberikan ruang bagi KPK untuk bekerja tanpa intervensi, merupakan langkah penting dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dalam unggahannya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu juga mengapresiasi kinerja KPK yang belakangan dinilainya mulai menunjukkan ketegasan.
"Noel Ebenezer di-OTT. Dalam beberapa bulan terakhir KPK sudah mulai bisa terlepas dari belenggu politik tertentu dan menunjukkan taringnya. Kita apresiasi, maju terus pantang mundur KPK," tulisnya.
Dia pun mendorong KPK untuk mengembangkan kasus secara menyeluruh, agar praktik korupsi di kalangan pejabat negara dapat diungkap. "KPK perlu mengkonstruksi kasus yang banyak dilakukan oleh para pejabat. Tidak harus selalu OTT. Bravo KPK," tutupnya.
OTT terhadap Immanuel Ebenezer menjadi sorotan publik, karena yang bersangkutan menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan sekaligus dikenal sebagai kader partai politik pendukung pemerintah.
KPK sebelumnya akan mengumumkan status Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat siang, 22 Agustus.
Baca Juga: Terjaring OTT, Status Wamenaker Immanuel Ebenezer Akan Diumumkan KPK Jumat Siang
Saat ini, pria yang akrab dipanggil Noel ini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
"Konstruksi perkara dan kronologi kegiatan tangkap tangan ini akan disampaikan lengkap dalam konferensi pers besok siang," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/8/2025) malam.
Budi menyebut, ada 14 orang yang diamankan dalam operasi senyap terkait pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada Rabu (20/8/2025) malam. Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai, mobil, dan motor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





