AKURAT.CO Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bagas Kurniawan melaksanakan sholat ghaib, Jumat (29/8/2025).
Doa dipanjatkan bukan hanya untuk almarhum Afan Kurniawan, driver ojek online yang tewas tertabrak kendaraan taktis saat aksi unjuk rasa, tetapi juga untuk “ruh bangsa” yang dinilai semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan.
Dalam suasana hening, Bagas menyebut sholat ghaib ini sebagai doa sekaligus kritik keras terhadap kondisi Indonesia saat ini.
“Kami khawatir ruh keadilan dan keberanian telah lama terkubur. Hukum kini tajam ke bawah, tumpul ke atas. Politik lebih sibuk melayani kepentingan pribadi, sementara ekonomi hanya meninabobokan rakyat dengan jargon pertumbuhan, padahal dapur rakyat tetap kosong,” ujarnya.
PB HMI menilai fenomena hari ini sebagai gejala state capture, negara yang dikuasai segelintir kelompok berduit sehingga kebijakan publik lebih berpihak pada kepentingan elit ketimbang rakyat.
Rakyat memang memilih di bilik suara setiap lima tahun, namun setelah itu hanya jadi angka dan foto di baliho.
Baca Juga: GMNI Desak MKD Pecat Ahmad Sahroni dari DPR RI
Sholat ghaib ini pun dimaknai sebagai satire: doa untuk hukum yang sering tak adil, doa untuk politik yang makin transaksional, dan doa untuk ekonomi yang kian menguntungkan oligarki.
“Ini doa sekaligus tamparan bagi pemimpin yang lupa bahwa kekuasaan hanyalah amanah. Jika lalai, rakyatlah yang akan menjadi imam doa terakhir,” tegas Bagas.
PB HMI menegaskan bangsa ini belum mati, tetapi sedang diuji.
Mereka mengajak kader, alumni, dan seluruh rakyat Indonesia untuk tidak larut dalam pesimisme, melainkan menghidupkan kembali ruh kebangsaan dengan aksi nyata.
“Sholat ghaib ini adalah awal perlawanan moral. Doa boleh dipanjatkan, satire boleh dilontarkan, tapi yang paling penting adalah keberanian menghidupkan kembali jiwa bangsa ini,” pungkas Bagas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









