BGN Pastikan Keamanan Program MBG, Perkuat Pengawasan dan Transparansi Publik

AKURAT.CO Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa sekolah dasar di beberapa daerah disebabkan oleh berbagai faktor.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjelaskan, insiden tersebut terjadi akibat kombinasi dari pergantian pemasok bahan makanan, proses pengolahan yang berlangsung terlalu lama, serta lemahnya pengawasan mutu di lapangan.
“Mayoritas korban merupakan siswa sekolah. Sementara kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap aman. Kami pastikan setiap langkah mitigasi ditempuh untuk menjaga kepercayaan publik bahwa program ini dijalankan dengan standar tertinggi,” kata Nanik, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Nanik juga menyoroti adanya culture shock pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang belum sepenuhnya berpengalaman dalam menjalankan program MBG.
Untuk itu, BGN menganjurkan agar SPPG pemula memulai pelayanan dalam skala kecil, sedangkan SPPG yang sudah berpengalaman diminta berhati-hati dalam mengganti pemasok bahan pangan.
“Prinsip zero accident ditegakkan melalui pembinaan berkelanjutan bagi seluruh SPPG. Pengawasan diperketat, mulai dari pengendalian rantai pasok, kehati-hatian dalam pergantian supplier, hingga penerapan standar penggunaan bahan segar dan susu pasteurisasi,” jelasnya.
Menurut Nanik, fenomena serupa juga pernah dialami oleh negara lain. Ia menyebut bahwa insiden keamanan pangan dalam program berskala besar merupakan tantangan global yang tidak bisa dihindari sepenuhnya.
“Program serupa di Amerika Serikat berdampak pada sekitar 16.000 anak dalam kurun satu dekade (1990–1999), sedangkan di Brasil lebih dari 26.000 anak terdampak dalam periode hampir dua dekade (2000–2018). Jumlah penerima manfaat di kedua negara itu mencapai puluhan juta,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi publik.
“BGN berkomitmen memberikan informasi yang akurat dan faktual kepada masyarakat. Kami membuka kanal pengaduan dan siap menindaklanjuti setiap laporan terkait keamanan pangan. Prinsip kami jelas: cepat merespons, terbuka, dan akuntabel,” tegas Hida.
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada pengawasan partisipatif dari masyarakat.
“Kami mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk turut mengawasi serta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran. Kolaborasi menjadi kunci mencegah terulangnya insiden serupa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









