Setahun Jadi Wapres, Gibran Belum Banyak Berperan Mewakili Suara Anak Muda

AKURAT.CO Setahun menjabat sebagai Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dinilai gagal memenuhi ekspektasi besar anak muda yang dulu menaruh harapan kepadanya.
Gibran sebagai figur muda yang sempat disebut sebagai simbol regenerasi, kini justru dianggap kehilangan arah dan belum mampu menjadi ikon perubahan di puncak kekuasaan.
Pandangan itu disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif SCL Taktika, Iqbal Themi, yang menilai Gibran tersandera oleh dua narasi besar yang bertabrakan satu sama lain.
Baca Juga: Capaian Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Fondasi Kuat Lanjutkan Agenda Prioritas di 2026
"Di satu sisi Gibran diharapkan tampil sebagai wajah baru politik muda yang progresif tetapi di sisi lain ia juga dibaca publik sebagai simbol keberlanjutan dinasti kekuasaan keluarga Jokowi," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Menurut Iqbal, benturan dua narasi itu membuat langkah politik Gibran gamang dan sulit menunjukkan arah yang jelas.
"Gibran seperti berdiri di antara dua dunia kekuasaan, yakni generasi lama yang masih dominan dan pegang kendali serta generasi muda yang mulai kecewa karena tak merasa diwakili," jelasnya.
Baca Juga: Deretan Menteri Berprestasi di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran, Purbaya Masuk Tiga Besar
Kondisi tersebut berdampak pada absennya terobosan besar yang benar-benar mencerminkan arah politik Gibran sendiri.
"Selama setahun ini, belum terlihat gagasan kuat atau program yang bisa diasosiasikan sebagai inisiatif khas Gibran yang relevan dengan kebutuhan anak muda," katanya.
Iqbal menyinggung program Lapor Mas Wapres yang sempat diperkenalkan di awal masa jabatan Gibran.
Baca Juga: Program MBG Paling Dirasakan Masyarakat dalam Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menurutnya, secara ide menarik, namun belum berhasil menjadi ruang yang efektif bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kekuasaan.
Dia juga menyoroti minimnya peran Gibran dalam sejumlah isu publik yang ramai di kalangan muda, seperti gerakan #IndonesiaGelap, #KaburAjaDulu hingga gelombang protes mahasiswa terhadap DPR RI.
"Dalam momen-momen seperti itu, anak muda tentu berharap Gibran tampil di depan, menerjemahkan keresahan mereka menjadi suara politik yang didengar kekuasaan. Tapi sejauh ini, harapan itu belum terwujud," ujar alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu.
Baca Juga: Kado Setahun Prabowo-Gibran: Kesehatan Merata, Pangan Melimpah dan Energi Stabil
Meski demikian, Iqbal menilai Gibran masih memiliki ruang waktu untuk memperbaiki citra politiknya.
"Belum gagal tapi juga belum berhasil. Masih ada empat tahun ke depan untuk membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pewaris politik keluarga, melainkan bagian dari regenerasi politik yang punya daya ubah bagi masa depan anak muda," jelasnya.
Menurut Iqbal, politik anak muda semestinya tidak berhenti pada usia, melainkan diukur dari keberanian membawa nilai dan gagasan baru.
Baca Juga: Capaian Ekonomi Prabowo-Gibran
"Anak muda ingin melihat pemimpin yang berbicara dengan bahasa generasi mereka sendiri, hadir dengan gagasan konkret, bukan sekadar simbol dalam ornamen kekuasaan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






