Tukar Pandangan dengan Ignasius Jonan, Prabowo: Beliau Adalah Tokoh Bangsa

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa dirinya hanya saling bertukar pandangan saat menjamu Menteri Perhubungan RI 2014-2016, Ignasius Jonan di Istana Merdeka, Jakarta.
Dia mengatakan, tidak ada hal lain selain berdiskusi mengenai berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, Ignasius Jonan adalah salah satu tokoh yang pandangannya sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa.
"Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal," kata Prabowo usai meresmikan revitalisasi stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Simbol Modernisasi Transportasi Publik Jakarta
Prabowo tak menampik bahwa dirinya dan Iganisius Jonan turut membahas mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang belakangan menuai polemik. "Ya, kita bicara selalu," ujarnya.
Sebelumnya, mantan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, mengutarakan kesiapannya jika mendapat tugas dari Presiden Prabowo, untuk kembali mengabdi kepada bangsa dan negara.
Hal ini disampaikan Jonan usai dirinya melakukan pertemuan selama 2 jam dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/11/2025). "Saya kira setiap warga negara ya, kalau ditugaskan ya, kalau selama saya bisa pasti mau sih. Kalau saya bisa," ucap Jonan kepada awak media.
Kendati begitu, Jonan menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, belum ada sedikitpun bahasan mengenai tawaran untuk masuk kabinet atau lembaga manapun.
"Oh enggak, enggak ada. Kita diskusi aja. Saya diskusi sharing pandangan saya sebagai rakyat. Itu saja kok. Boleh dong," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jonan berkesempatan untuk berbagi pandangan dan memberikan masukan kepada Presiden Prabowo sebagai warga negara. Dia menilai, program prioritas Presiden Prabowo memiliki dampak positif bagi masyarakat kecil dan mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Dia secara khusus menyoroti kebijakan Presiden dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang menurutnya merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial.
"Program-program yang sifatnya kerakyatan seperti keberpihakan kepada keadilan sosial, kalau menurut saya ya, itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh," kata Jonan.
Dia juga menambahkan bahwa penyempurnaan program-program tersebut memang memerlukan waktu dan proses yang bertahap. "Ya, memang kalau diminta sempurna dari awal mungkin tidak mungkin. Tapi kan ini perbaikannya pelan-pelan gitu ya, mestinya jalan sih selama ini," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





