Pemerintah Jemput Bola Layani Cek Kesehatan Gratis, Sasar Lansia di Panti Sosial

AKURAT.CO Pemerintah terus memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar mudah dijangkau masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia).
Salah satu layanan jemput bola dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, yang menyasar para lansia penghuni panti.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono meninjau langsung penyelenggaraan CKG di lokasi.
Ia menyempatkan berbincang dengan sejumlah lansia yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Gula darahnya tinggi, Bu. Tensi bagaimana?” tanya Wamenkes Dante kepada salah satu lansia.
“Alhamdulillah normal, Pak,” jawab sang lansia.
Dalam kegiatan tersebut, lansia tidak hanya diperiksa kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan asam urat, tetapi juga menjalani skrining kemampuan kognitif dan kemandirian, seperti tes menggambar jam serta menulis nama dan umur.
Wamenkes Dante menegaskan, CKG merupakan langkah penting untuk deteksi dini penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit kronis.
“Kalau hipertensi dibiarkan, bisa menjadi penyakit jantung, stroke, atau gagal ginjal,” ujarnya.
Baca Juga: Subsidi Tarif Transjakarta Terlalu Besar, Pengamat: Jangan Sampai Beban APBD Makin Berat
Menurutnya, deteksi dini melalui CKG dapat meningkatkan kualitas hidup (quality of life) sekaligus menekan biaya kesehatan negara karena mengurangi risiko komplikasi penyakit berat.
“Dengan pembiayaan kesehatan gratis, penyakit-penyakit stadium awal bisa diatasi sehingga angka harapan hidup dapat kita perpanjang dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.
Dante mengungkapkan, saat ini sudah 54 juta jiwa terdaftar dalam layanan CKG, dan 51 juta di antaranya telah dilayani.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan manfaat kesehatan kepada masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat yang belum melakukan cek kesehatan gratis untuk segera memanfaatkannya. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran. Presiden sudah memberikan ‘hadiah’ kepada masyarakat karena satu kali pemeriksaan sebenarnya bisa menghabiskan sekitar Rp2,5–3 juta,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktaviani, mengatakan pemeriksaan CKG cepat di Panti Tresna Werdha Budi Mulia 3 menyasar 288 lansia.
Ia memastikan pemeriksaan rutin juga dilakukan dua kali setiap bulan oleh puskesmas setempat.
“Harapannya, lansia di sini bisa menjaga kesehatannya. Dari sisi kesehatan mental, kita juga berharap risiko demensia dapat berkurang,” ujar Dwi.
Baca Juga: Ekonom Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,04 Persen di Q3 Sesuai Ekspektasi: Faktor Musiman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






