Rampung November 2026, Bendungan Jragung Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Terpadu di Jateng

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung pembangunan Bendungan Jragung di Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pembangunan bendungan ini sebagai upaya pemerintah memperkuat sistem pengendalian banjir terpadu di Jawa Tengah.
Dia mendorong agar penyelesaian pembangunan bendungan Jragung segera diselesaikan, agar dapat segera difungsikan dengan baik. Sekaligus memastikan proyek strategis nasional di sektor sumber daya air berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ini saya mohon agar tetap dikawal dari kementerian terkait, dari balai terkait, dari kepala daerah, karena sangat penting sekali ya ini untuk ketahanan pangan, ketahanan energi, dan juga reduksi banjir," ucap Gibran, dikutip Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga: Resource Alam Indonesia Ditunjuk Kementerian PU Jadi Pemrakarsa Proyek Bendungan BENER
Gibran juga menyempatkan diri memantau kesinambungan penanganan banjir di Provinsi Jawa Tengah, serta mengunjungi proyek pembangunan Kolam Retensi Terboyo di Kota Semarang.
"Ya, minggu lalu kita ke Semarang Kota ya, kita cek progres dari pembangunan kolam retensi, giant sea wall, dan juga mengecek pengaktifan beberapa mesin pompa, karena kemarin cukup parah. Tapi saya lihat progresnya cukup baik. Dan hari ini kami di Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang, progresnya sudah 89 persen, tahun depan sudah jadi," jelasnya.
Selain mereduksi banjir, banyak manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dari bendungan Jragung. Manfaat tersebut di antaranya irigasi lahan pertanian, penyediaan air baku, hingga pembangkit listrik.
Baca Juga: Menteri PU: Pembangunan Bendungan Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani
Ditargetkan selesai pada November 2026, melalui Bendungan Jragung dan dengan pengelolaan sumber daya air yang baik, pemerintah berharap infrastruktur seperti ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, mengatakan dengan keberadaan Bendungan Jragung diharapkan dapat mereduksi banjir secara signifikan, yaitu mereduksi banjir 40 persen. Sehingga, kurang lebih itu dapat mengurangi dampak banjir 3.800 hektare di daerah hilir, terutama daerah Kabupaten Demak.
"Selanjutnya juga untuk konservasi ya. Otomatis dengan adanya air ditahan sedemikian rupa di bendungan ini, dapat menaikkan muka air tanah. Jadi ketika musim hujan dapat mengurangi banjir, ketika musim kemarau air tidak kekeringan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







