Gus Dur dan Mochtar Kusumaatmadja, Pahlawan Nasional Penggerak Sektor Maritim Indonesia

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dari berbagai daerah, sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa luar biasa para tokoh untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, salah satunya di sektor maritim.
Dari 10 tokoh tersebut, dua tokoh yang dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional merupakan penggerak kemajuan sektor maritim Indonesia. Keduanya membawa perubahan besar dalam sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Mereka adalah Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dianugerahkan sebagai Pahlawan Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam; dan akademisi hukum dan mantan Menteri Luar Negeri, Mochtar Kusumaatmadja, yang dianugerahkan sebagai Pahlawan Bidang Perjuangan Hukum dan Politik.
Baca Juga: Abdul Mu'ti: Anak Muda Jangan Cuma Kenal Nama-nama Pahlawan
Gus Dur adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia. Dia juga merupakan inspirator pembangunan berbasis maritim.
Saat menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, pada tahun 1999, Gus Dur membentuk Departemen Eksplorasi Laut (DEL) melalui Keputusan Presiden nomor 136 tahun 1999, yang kini menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sementara itu, riwayat perjuangan Mochtar Kusumaatmadja yang paling menonjol adalah gagasannya tentang konsep negara kepulauan yang digunakan oleh Perdana Menteri RI saat itu, Djuanda Kartawidjaja, dalam Deklarasi Djuanda tahun 1957 dalam memperjuangkan pengakuan Indonesia sebagai Negara Kepulauan di tingkat internasional.
Indonesia berhasil memperoleh wilayah perairan tanpa mengangkat senjata. Sehingga perairan pedalaman tidak lagi terpecah, tetapi menjadi lebih utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Deklarasi Djuanda ini kemudian menjadi hukum internasional yang diakui dalam Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






