Gibran: Pemberian Gelar Pahlawan Melalui Prosedur Ketat dan Penilaian Objektif

AKURAT.CO Kontroversi pemberian gelar pahlawan nasional masih bergulir di tengah masyarakat. Salah satu yang menuai pro kontra, ialah pemberian gelar pahlawan terhadap Presiden ke-2 Soeharto oleh pemerintah.
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional diyakini telah melalui mekanisme pertimbangan yang ketat, serta penilaian objektif yang dilakukan oleh Dewan Tanda Kehormatan.
Dia pun mendukung penuh atas keputusan Presiden Prabowo Subianto, terhadap tokoh-tokoh yang telah diberi gelar sebagai tokoh nasional.
Baca Juga: Ribka Tjiptaning Siap Hadapi Laporan Polisi Terkait Penolakannya atas Gelar Pahlawan untuk Soeharto
"Mendukung penuh terhadap keputusan Presiden terkait pemberian gelar pahlawan nasional yang telah melalui mekanisme pertimbangan ketat dan penilaian objektif oleh Dewan Tanda Kehormatan," kata Gibran dalam siaran pers yang diterima, Jumat (14/11/2025).
Dia menekankan bahwa pemberian gelar pahlawan harus dijadikan sebagai momentum kedewasaan dalam berbangsa dan mengutamakan rekonsiliasi dan persatuan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Berikut daftar penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025:
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
- Soeharto – Jawa Tengah
- Marsinah – Jawa Timur
- Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
- Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat
- Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
- Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
- Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
- Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
- Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








