Gus Yahya Ditanya Soal Hadiri Undangan Rapat Pleno PBNU, Jawabannya Begini

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan dirinya tidak akan menghadiri rapat pleno PBNU yang digelar Syuriyah PBNU di Hotel The Sultan, Jakarta, Selasa malam, 9 Desember 2025. Ia menilai agenda tersebut tidak memiliki dasar organisatoris.
“Ya buat apa, tidak ada konteksnya,” ujar Gus Yahya di kantor PBNU, dikutip dari Antara, Selasa (9/11/2025).
Menurutnya, agenda yang diinisiasi Syuriyah itu bukan bagian dari mekanisme resmi organisasi, melainkan gerakan internal yang ia sebut sebagai manuver politik untuk menjatuhkannya. Ia menegaskan bahwa pembahasan pergantian ketua umum dalam forum tersebut tidak memiliki landasan konstitusional.
“Itu hanya manuver. Sejak awal saya sudah tegaskan bahwa secara de jure maupun de facto, saya tetap berada dalam kedudukan saya sebagai ketua umum Tanfidziyah PBNU,” ucapnya.
Baca Juga: Gus Yahya Sebut Rapat Pleno Syuriyah PBNU sebagai Manuver Berkepentingan
Ia menambahkan pleno Syuriyah tidak memiliki kewenangan mencopot dirinya dari jabatan ketua umum. Pergantian ketua umum, kata Gus Yahya, hanya dapat dilakukan melalui mekanisme resmi sesuai AD/ART PBNU, yaitu lewat muktamar—forum tertinggi dalam organisasi. Muktamar berikutnya baru akan digelar tahun 2027.
“Muktamar harus diselenggarakan bersama oleh rais aam dan ketua umum. Tidak ada alternatif lain. Kalau tidak, ya tidak akan pernah ada muktamar,” tegasnya.
Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa sebelum suasana internal memanas, ia telah berupaya beberapa kali meminta waktu bertemu Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Namun, ia menyebut permintaan itu belum pernah mendapatkan kepastian.
“Saya sudah meminta bertemu dan menunggu jawaban beliau. Sudah beberapa kali. Seperti yang disampaikan dalam rilis itu, ‘nanti menunggu jadwal’,” ujarnya.
Baca Juga: Warga NU Alumni UGM Bikin Petisi untuk PBNU, Minta Muktamar Dipercepat demi Menyelamatkan NU
Meski PBNU tengah mengalami turbulensi, Gus Yahya menegaskan roda organisasi tetap berjalan. Ia memastikan beberapa agenda strategis, seperti rotasi jabatan serta finalisasi draf Roadmap NU 2025–2050, tetap diproses sebagaimana mestinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









