MBG Ibu Hamil dan Balita, Program Strategis untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan

AKURAT.CO Komisi IX DPR mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang mulai dijalankan di sejumlah daerah.
Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, program ini sangat bermanfaat agar fase 1.000 hari pertama kehidupan para bayi berlangsung sehat dengan gizi seimbang.
"Penyaluran MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah intervensi yang sangat strategis. Pemenuhan gizi pada fase 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak ke depan," ujar Netty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Program MBG di Aceh Tetap Jalan, Disalurkan untuk Korban Bencana
Dia menilai pelibatan posyandu, kader kesehatan, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam distribusi MBG merupakan pendekatan yang tepat, karena dekat dengan masyarakat dan sudah memiliki basis kepercayaan di tingkat desa.
Dia juga mengapresiasi mekanisme pengantaran langsung ke rumah bagi penerima manfaat yang memiliki keterbatasan mobilitas. "Peran kader dan bidan di lapangan sangat krusial. Mereka menjadi ujung tombak keberhasilan program ini, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada sasaran," katanya.
Dalam konteks mutu gizi, dia menekankan pentingnya penyusunan menu MBG yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan kesehatan ibu dan balita. Dia menyambut baik masukan para ahli gizi masyarakat, yang mendorong agar menu MBG menghindari makanan ultra-processed food (UPF) seperti burger, spageti, dan lain-lain.
"Masukan dari para ahli tentu penting untuk menjadi bahan penyempurnaan. Prinsip dasarnya, MBG harus menghadirkan makanan segar, bergizi seimbang, dan sesuai kebutuhan kelompok sasaran," jelas Netty.
Menurutnya, pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat. Potensi protein lokal seperti ikan, telur, dan bahan pangan daerah lainnya perlu dimaksimalkan dalam penyusunan menu MBG.
'Pangan lokal kita sangat kaya dan bernilai gizi tinggi. Jika dimanfaatkan secara optimal, selain lebih sehat, juga akan menggerakkan ekonomi lokal dan memudahkan pengawasan mutu," ujarnya.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Libur, BGN Fokuskan Layanan untuk Ibu Hamil dan Balita
Namun demikian, evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program sangat penting dilakuka . Sejumlah masukan dari masyarakat terkait variasi menu, rasa makanan yang kurang sesuai untuk balita, hingga potensi sisa makanan perlu menjadi perhatian bersama.
"Masukan dari penerima manfaat adalah hal yang wajar dan justru penting untuk perbaikan. Pemerintah perlu terus menyempurnakan menu agar lebih variatif, ramah balita, dan sesuai kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran," katanya.
Netty juga menyoroti beban kerja kader pendamping yang meningkat seiring pelaksanaan MBG. Dia mendorong agar pemerintah memberikan dukungan yang memadai, baik dalam bentuk pelatihan, penguatan kapasitas, maupun apresiasi terhadap kerja-kerja mereka di lapangan.
"Kader bekerja dari pagi hingga siang, melakukan distribusi sekaligus pencatatan dan pelaporan. Dukungan yang cukup akan membuat mereka lebih optimal dan menjaga keberlanjutan program," ujarnya.
"MBG adalah program besar yang dampaknya sangat luas. Dengan evaluasi, pendampingan, dan kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah, kita optimistis program ini dapat terus disempurnakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Netty.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








