Perkuat Diplomasi Pertahanan, Menhan Sjafrie dan Menlu Sugiono Bertemu Presiden Erdogan

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kantor Kepresidenan Dolmabahce, Istanbul, Sabtu (10/1/2026).
Pertemuan ini menjadi penegasan komitmen Indonesia dan Turki dalam memperdalam kerja sama strategis di berbagai sektor, terutama diplomasi dan pertahanan.
Agenda pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin erat.
Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat untuk terus mendorong kemitraan yang lebih solid, khususnya dalam pengembangan kapabilitas pertahanan dan kerja sama strategis lainnya.
Baca Juga: Menhan Sjafrie: TNI Masih Berjaga di Gedung DPR hingga Situasi Benar-benar Kondusif
Presiden Erdogan dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah terbangun antara Indonesia dan Turki.
Dia juga menyatakan kebanggaannya dapat menjalin kerja sama dengan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat sektor pertahanan Indonesia.
Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi simbol kuat komitmen kedua negara dalam mempererat kemitraan strategis.
“Pertemuan ini menegaskan komitmen kuat Indonesia dan Turkiye dalam mempererat kemitraan strategis,” ujar Menhan Sjafrie melalui akun media sosialnya, Minggu (11/1/2026).
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Sejumlah proyek strategis telah direalisasikan, di antaranya pengembangan Tank Medium Kaplan MT atau Harimau, kerja sama pengadaan dan pengembangan pesawat tanpa awak Anka, serta diskusi lanjutan terkait pengembangan roket dan sistem artileri jarak menengah.
Selain itu, kedua negara juga aktif melakukan pertukaran pendidikan dan latihan militer.
Ke depan, hubungan pertahanan kedua negara diproyeksikan semakin luas dengan adanya Defense Cooperation Agreement (DCA) yang saat ini tengah difinalisasi.
Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga diarahkan pada transfer teknologi, riset bersama, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Baca Juga: Erdogan Incar Pembelian Ratusan Pesawat AS dan Produksi Komponen di Turkiye
Sebelum bertemu Presiden Erdogan, Menhan Sjafrie dan Menlu Sugiono terlebih dahulu menghadiri pertemuan perdana mekanisme Menteri Luar Negeri–Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia–Turki yang digelar di Ankara pada Jumat (9/1/2026).
Pertemuan 2+2 tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat langsung Presiden Indonesia dan Presiden Turki, sebagaimana disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia–Turki High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) yang berlangsung pada Februari 2025 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






